oPOWmwJgFpDZGGREinivYyjG5tmdOTmGHFQPsudj
Bookmark

Matan Jurumiyah Versi Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab

Kitab matan al-jurumiyah yang biasa disebut jurumiyah adalah salah satu kitab dasar dalam ilmu nahwu yang ditulis oleh Abu Abdillah Sidi Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji alias Ibnu Ajurrum (w. 1324 M).

Kitab Jurumiyah (الآجرومية) merupakan kitab nahwu (gramatikal Bahasa Arab) yang di mana, di dalamnya memuat materi seputar kaidah-kaidah dasar pelajaran Bahasa Arab. Kitab ini terbilang cukup tipis, namun memiliki isi yang sangat besar.

Di Indonesia, kitab Jurumiyah menjadi pelajaran wajib di dunia pesantren. Kitab ini dikaji dalam pembelajaran ilmu nahwu dasar, karena bahasa dan susunan redaksi yang mudah dipahami, tidak jarang santri-santri setingkat SD banyak yang telah hafal kitab Jurumiyah ini. Selain itu, kitab ini juga langsung pada pembahasannya.[1]

Kitab Al-Ajurumiyah

Al-Ajurrumiyah atau Jurumiyah atau Aajurroom (bahasa Arab: الآجُرُّومِيَّة) adalah sebuah kitab kecil tentang tata bahasa Arab dari abad ke-7 H/13 M. Kitab ini disusun oleh ahli bahasa dari Maroko yang bernama Abu Abdillah Sidi Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji alias Ibnu Ajurrum (w. 1324 M). Rumus-rumus dasar pelajaran bahasa Arab klasik ditulis dengan bentuk berima untuk memudahkan dalam menghapal. Di lingkungan masyarakat Arab kitab ini menjadi salah satu kitab awal yang dihapalkan selain Al-Qur'an. [2]

Saat berada di Mekkah. Kitab Jurumiyyah berisi kumpulan materi nahwu yang mencakup hampir keseluruh inti ilmu nahwu. Kitab ini berisi 24 bab yang berisi materi seputar istilah penting ilmu nahwu seperti isim, fi’il dan huruf.

Dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang ini menggunakan smart phone dan tablet selain media komunikasi juga dapat digunakan untuk hal lainnya baik itu aspek positif maupun aspek negatif. Karena menurut Amin Abdulah, pesantren dituntut untuk bertindak tepat dan cepat merespon dalam moderenitas.

Pesantren tidak boleh termangu untuk mengatasi bahaya laten teknologi misalnya untuk mengakses konten negatif, pesantren harus proaktif memikirkan dan mengambil langkah-langkah nyata mengendalikan dampak kehadiran alat teknologi tersebut, karena dengan mengucilkan para santri dari dunia teknologi justru akan menjadikan para santri pribadi-pribadi yang gugup dan gagap terhadap perkembangan jaman dan pada gilirannya hanya akan mengantar mereka menjadi pemuja-pemuja teknologi tanpa pengalaman atau bekal pengetahuan memandai mengenai aspek negatinya.

Alasan Mempelajari Kitab Jurumiyah

Mengutip buku Ngaji Lewat Resensi tulisan Faiq Aminuddin, nadhom Jurumiyah termasuk kitab yang tipis. Isinya hanya 23 halaman, sementara ukuran kertasnya adalah 13,5 x 22,8 cm. Meski demikian, kitab ini sudah memuat dasar-dasar ilmu nahwu secara detail.

Di dalamnya memuat pembahasan soal kalam, i'rab, fi’il, hingga isim lengkap mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga tanda-tandanya. Setiap bab tersebut dilengkapi dengan contoh sehingga mempermudah pembaca untuk memahaminya.

Selain itu, nadhom Jurumiyah juga bukan kitab gundul yang tanpa harakat/syakal. Bahkan, kitab ini disusun layaknya buku modern lengkap dengan tanda baca seperti titik dan koma serta catatan kaki pada bagian yang terdapat perbedaan penulisan dengan naskah kitab lainnya.

Dikalangan pesantren tradisional, Kitab Matan al-Ajurrumiyyah merupakan textbook tentang ilmu nahwu (gramatika Bahasa Arab) yang sangat terkenal.

Hampir setiap santri yang menimba ilmu di pesantren tradisional mengawali pelajaran tentang bahasa Arab melalui kitab ini. Kitab ini merupakan kitab standar yang merupakan dasar dari pelajaran bahasa Arab. 

Dalam prakteknya didunia pesantren, kitab tersebut sering disebut dengan nama Jurrumiyyah. Penamaan tersebut tidak persis sama dengan nama asli kitab tersebut, karena judul lengkap kitab tersebut adalah al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah fi Mabadi’ Ilm alArabiyyah. 

Dan sebagian besar Aplikasi kitab Al-jurumiyah hanya memiliki sistem aplikasi dua bahasa, kebanyakan bahasa yang digunakan haya bahasa Arab dan indonesia. 

Untuk itu pada aplikasi kitab al-jurumiyah dilakukan menerjemahkan arti kata/isi dari kitab al-jurumiyah menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Arab - indonesia, Arab - Sunda dan Arab - Jawa. 

Topik ini dipilih untuk membantu pelajar/santri di Indonesia terutama di Indonesia yang kesulitan mempelajari kitab al-jurumiyah dengan mudah dan dimana saja melalui mobile phone tanpa membawa buku atau kitab al-jurumiyah. Bahasa Indonesia dipilih untuk pempermudah dalam membaca kitab. Karena dimungkinkan seluruh umat islam di Indonesa mempelajari kitab al-jurumiyyah. 

Berikut terjemah Kitab Jurumiyah dalam beberapa versi bahasa:


Sumber [1] Ni’mah,Fuad, Qowa’idul Lughoh al ‘Arobiyyah juz II, (Beirut: Daarul  Atsaqofah al Islamiyyah, tt).
[2] Sukamto, Imamuddin, dan A. Munawari, Tata Bahasa Arab, (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2007).
DONASI Mari bantu berikan donasi apabila artikel ini bermanfaat 😊. Terima kasih, Jazaakumullahu Khoiron.