Penjelasan Badal Lengkap Dengan Contohnya

Pengertian Badal

Tentang Definisi Badal / Pengganti Dalam kitab al jurumiyah disebutkan:

البدل هوالتابعِ المقصودبالحكم بلا واسطة بينه وبين متوعه

Badal adalah tabi' (lafads yang ikut pada matbu’nya) yang dimaksudkan untuk diberi hukum dengan tanpa adanya perantara antara tabi’ dan matbu’nya.

Dalam kitab alfiyah ibnu malik disebutkan:

التَّابعُ المَقْصُودُ بالْحُكْمِ بلا # وَاسِطَةٍ هُوَ المُسَمَّى بَدَلا 

Isim Tabi’ yang dimaksudkan oleh penyebutan hukum tanpa perantara (huruf Athaf), demikian dinamakan Badal. 

Badal adalah lafadz yang mengikuti lafadz mubdal minhu yang berperan sebagai objek atau target yang dimaksud dari mubdal minhu.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Badal adalah lafadz yang mengganti dari suatu kalimah yang secara langsung disebutkan tanpa ada perantara semisal huruf ataf atau yang lain.

contohnya :

a) اسم) حضر محمّد خالد في المعهد)

“ Datang muhammad, kholid di pesantren “

b) فعل) قراٰت القراٰن ثلثه)

“ Saya membaca al-qur’an, sepertiganya”


Syarat Ketentuan Badal

إِذَا أُبْدِلَ اِسْمٌ مِن اِسْمٍ، أَوْ فِعْلٌ مِنْ فِعْلٍ تَبِعَهُ فِي جَمِيْعِ إِعْرَابِهِ 

Jika dibuat badal (ganti) isim dari isim atau fiil dari fiil,maka badal itu harus mengikuti pada mubdal minhunya (yang dibadali dalam semua i’rabnya).


Pembagian Badal

dalam kitab al jurumiyah disebutkan macam-macam badal :

وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ: بَدَلُ الشَّيْءِ مِنَ الشَّيْءِ، وَبَدَلُ اْلبَعْضِ مِنَ الكُلِّ، وَبَدَلُ الاِشْتِمَالِ، وَبَدَلُ الْغَلَطِ، نحو قَوْلِكَ: قَامَ زَيْدٌ أَخوْكَ، وَأَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ، وَنَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ، وَرَأَيْتُ زَيْداً اْلفَرَسَ، أَرَدْتَ أَنْ تَقوْلَ الْفَرَسَ فغَلِطْتَ فَأَبْدَلْتَ زَيْداً مِنْهُ.

Badal itu terbagi menjadi empat bagian yaitu: badal syai’ min syai’(badal dari sesuatu yang sama derajatnya) , badal ba’du min kul(badal sebagian dari seluruhnya) , badal isytimal(badal yang terkandung) , badal gholath(badal kesalahan). Seperti ucapanmu : qaama zaidun akhuuka(sudah berdiri zaid saudaramu),akaltu arraghiifa salsahu(aku makan roti sepertiganya),nafa’ani zaidun ilmuhu(zaid telah bermanfaat bagiku ilmunya),raitu zaidan alfarasa(aku melihat zaid kuda),padahal kamu bermaksud melihat kuda,bukan zaid.maka kamu salah mengucapkan lalu membadali lafadz zaid itu dengan kuda.


Badal itu ada empat :

1. بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء Badal Syai' min Syai'

Badal Muthobiq/ kul min kul/ sya’i min sya’i Yaitu antara badal dan mubdal minhu itu mempunyai arti dan maksud yang sama. ( badal dan mubdal minhu itu terdiri dari satu arti dan satu personalia) contohnya : Contohnya:

 قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ,

Zaid, saudaramu, telah berdiri


2. بَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ Badal Ba'dh min Kull

Yaitu badal yang terdiri dari sebagian mubdal minhunya, baik sedikit, banyak, atau separuhnya.

Contoh : 

اكل عندي اغيفا نصفه

 أَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ

Aku makan roti sepertiganya


3. بَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ Badal Isytimal

Yaitu badal yang terdiri dari lafadz yang ada hubungan erat dengan mubdal minhu yang bukan kulliyah atau bukan juz’iyah-nya. (seperti karakter, tabi’at, sifat dll)

contohnya :

نَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ

 Ilmu Zaid bermanfaat untuk ku


4. وَبَدَلُ اَلْغَلَطِ Badal Ghalath

 Yaitu badal yang disebutkannya itu sebagai penggannti dari mubdal minhu yang diucapkan karena keterlanjuran lisan sehingga salah dalam menyebutkannya.

, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ

Aku melihat kuda”, akan tetapi kamu salah ucap dan kamu ganti dengan “Aku melihat Zaid”.

Setelahnya Sebelumnya