Penjelasan Maf’ul bih Dan Contohnya

Maf’ul bih adalah objek dalam kalimat bahasa Indonesia. Ia merupakan isim manshub yang menjadi objek dari suatu perbuatan (fi’il). Wujud dari objek ini adalah adanya kata kerja transitif (fi’il muta’addi).

Sebelum kita memasuki contoh-contoh, maka perlu digarisbawahi beberapa ketentuan berikut ini:

  1. Fi’il yang membutuhkan objek, maka dinamakan dengan fi’il muta’addi
  2. Fi’il yang tidak membutuhkan objek, maka disebut fi’il lazim
  3. Jika dibaca secara lengkap, maka pada bentuk mufradnya dibaca sebagai fathah

Jadi dalam sebuah kalimat bahasa Arab, ada yang memiliki maf’ul bih dan ada juga yang tidak memiliki objek. Dan kata-kata ini biasanya terletak setelah berada pada posisi fi’il dan fa’il.


Ketentuan-ketentuan maf’ul bih

Ada beberapa ketentuan yang harus menjadi pedoman bagi kita ketika menyusun sebuah kalimat berbasa Arab, ketentuan-ketentuan tersebut antara lain:

  1. Kalau maf’ul bih terdiri dari isim mufrad, maka barisnya harus dibaca fathah
  2. Jika berupa isim tasniyah, maka kata itu berakhir dengan huruf ya sukun dan nun berbaris kasrah
  3. Seandainya berbentuk jama’ muzakkar maka kata itu diakhiri dengan ya yang sukun dan nun berbaris fathah
  4. Kalau jama’ muannats, maka baris akhirnya adalah kasrah

Berikut ini kami akan menyajikan secara lengkap contoh-contoh lengkap dari maf’ul bih, baik berupa isim mufrad, isim tasniyah, jama’ muzakkar salim, maupun jama’ muannats salim.


Contoh maf’ul bih berupa isim mufrad (menunjukkan jumlah satu)

 



Perhatikanlah contoh maf’ul yang baris akhirnya berupa mufrad. Barisnya adalah fathah dan terlihat jelas sekali.

Contoh maful bih berupa isim tasniyyah/mutsanna (menunjukkan jumlah dua)



Contoh maf’ul bih di atas adalah berakhir dengan huruf ya sukun dan nun berbaris kasrah. Dan kata-kata tersebut berada pada posisi fathah (manshub).

Contoh maful bih berupa jama’ muzakkar salim (menunjukkan jumlah lebih dari dua isimnya laki-laki) 


Kamu mengajarkan siswa-siswa عَلَّمْتِ الدَّارِسِيْنَ
 
Kalian berjumpa dengan guru-guru لَقِيْتُمْ الْمُدَرِّسِيْن

Aku bertemu orang-orang ikhlas وَجَدْتُ الْمُخْلِصِيْنَ

Kamu berjumpa dengan para insinyur الْمُهَنْدِسِيْنَ لَقِيْنَا


Pada jama’ muzakkar salim di atas, baris akhir maf’ul bih adalah ya sukun dan nun berbaris fathah serta berada pada posisi manshub.

Contoh maful bih berupa jama’ muanats salim  (menunjukkan jumlah lebih dari dua isimnya perempuan)

 

Kamu mengajarkan siswi-siswi عَلَّمْتَ الدَّارِسَاتِ
 
Kalian (pr) berjumpa dengan guru-guru (pr) الْمُدَرِّسَاتِ لَقِيْتُنَّ
 
Kami bertemu dengan perempuan-perempuan yang ikhlas الْمُخْلِصَاتِ وَجَدْنَا
 
Kami berjumpa dengan dokter-dokter perempuan الطَّبِيْبَاتِ لَقِيْنَا

 

Untuk contoh maf’ul bih pada jama’ muannats salim, baris akhirnya adalah kasrah, sama seperti pada contoh mufrad di atas.

Contoh Maful bih berupa isim dhomir

Yang huruf berwarna merah adalah maful bih, yang terkadang letak maful bih disebutkan terlebih dahulu daripada failnya, dan terkadang maful bih hanya disebutkan dalam bentuk dhomir (kata ganti) sebagaimana pada contoh berikut:


Guru itu mengajari kamu        يُعَلِّمُكَ الْمُدَرِّسُ

Apakah kamu membaca buku?         هَلْ قَرَأْتَ الْكِتَابَ؟

Ya, saya membacanya         نَعَمْ قَرَأْتُهُ

Apakah kamu berjumpa saudara perempuan saya?         هَلْ لَقِيْتِ أُخْتِيْ؟

Ya, saya berjumpa dengannya di perpustakaan         نَعَمْ لَقِيْتُهَا فِي الْمَكْتَبَةِ

Saya melihatnya di perpustakaan        رَأَيْتُهَا فِي الْمَكْتَبَةِ

Guru menyuruh kamu membaca        يَأْمُرُكِ الْمُدَرِّسُ أَنْ تَقْرَئِيْ
 

Demikianlah beberapa contoh maf’ul bih dalam kalimat bahasa Arab. Ingatlah kembali bahwa tidak semua kalimat di dalam bahasa Arab memiliki objek. Namun meskipun demikian kalimat yang tidak memiliki objek tersebut tetaplah dia menjadi kalimat yang sempurna.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url