Penjelasan Isim Mufrad, Isim Mutsanna/Tasniyah Dan Isim Jama'

Dalam bahasa Indonesia, cara membuat kata plural adalah dengan mengulangi kata tersebut atau dengan menambahkan kata para, beberapa atau banyak sebelumnya. Lalu bagaimanakah cara membuat kata plural atau jamak dadlam bahasa Arab? Dalam artikel ini akan dibahas secara ringkas bagaimana cara membuat kata jamak dalam bahasa Arab.


Bila dilihat dari segi jumlahnya, isim dibagi ke dalam 3 bentuk, yakni isim mufrad, isim mutsana dan isim jama’. Berikut penjelasannya:

1. Isim Mufrad

Isim mufrad adalah kata yang menunjukkan makna tunggal baik untuk mudzakkar atau muannats.

Contoh:

إِنْسَانٌ – مَرْأَةٌ – كِتَابٌ – مَدْرَسَةٌ

Kata-kata di atas mengandung makna: (seorang) Manusia, (seorang) Perempuan, (satu) buku, dan (satu) sekolah.

Tanda i’rab untuk isim mufrad adalah fathah ketika rafa’, fathah ketika nashab dan kasrah ketika khafadh.

Contoh:

هَذَا كِتَابٌ – إِنَّ الْكِتَابَ - مِنَ الْكِتَابِ

2. Isim Mutsana

Isim mutsana atau isim tatsniyah adalah kata yang menunjukkan kepada makna dua. Adapun bentuk katanya yakni dengan menambahkan alif dan nun dalam keadaan marfu serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur. Huruf sebelum huruf tambahan menjadi fathah, ya’ tambahan harakatnya sukun serta nun harakatnya fathah.

Contoh:

(كِتَابٌ) كِتَابَانِ/ كِتَابَيْنِ

(جَنَّةٌ) جَنَّتَانِ/ جَنَّتَيْنِ

Isim mutsana ditandai dengan alif ketika marfu’ dan ya’ ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَ الطَّالِبَانِ – إِنَّ الطَّالِبَيْنِ - مِنَ الطَّالِبَيْنِ

3. Isim Jama’

Isim jam’ adalah kata yang menunjukkan pada makna banyak (lebih dari dua). Dalam bahasa Arab kata jamak atau plural ada 3 macam, yaitu:

a. Jama’ Mudzakkar Salim

Jama’ mudzakkar salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak lebih dari dua. Secara harfiah artinya kata jamak untuk maskulin/lelaki beraturan. Cara pembentukkan katanya dengan menambah wau dan nun dalam keadaan marfu’ serta ya’ dan nun dalam keadaan manshub dan majrur.

Contoh:

(مُسْلِمٌ) مُسْلِمُوْنَ/ مُسْلِمِيْنِ

(طَالِبٌ) طَالِبُوْنَ/طَالِبِيْنَ

Jama’ mudzakkar salim ditandai dengan wau ketika marfu’ dan ya’ ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَ الطَّالِبُوْنَ – إِنَّ الطَّالِبِيْنَ - مِنَ الطَّالِبِيْنَ

b. Jama’ Muanats Salim

Jama’ muannats salim adalah kata yang menunjukkan makna banyak (lebih dari dua) serta diperuntukkan makna feminim/wanita. Cara pembentukkan katanya dengan ditambahkan alif dan ta’ di akhir dari bentuk mufrad mudzakkar.

Contoh:

(مُسْلِمٌ) مُسْلِمَاتٌ

(طَالِبٌ) طَالِبَاتٌ

Jama’ muannats salim ditandai dengan dhammah ketika marfu’ dan kasrah ketika mansub dan majrur.

Contoh:

جَاءَتِ الْمُسْلِمَاتُ – إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ - مِنَ الْمُسْلِمَاتِ

Jama’ mudzakar salim dan muanats salim biasanya digunakan untuk hal yang berkaitan dengan manusia seperti profesi, status, dll dan biasanya bentuknya isim musytaq.

c. Jama’ Taksir

Jama’ taksir adalah kata yang menunjukkan makna jamak dengan mengubah mufradnya, baik dengan mengurangi huruf, menambahkan huruf, mengubah harakat, atau campuran ketiganya.

Bisa dikatakan perubahan pada jama taksir ini tidaklah beraturan. Berbeda dengan jama’ mudzakar salim dan jama’ muanats salim yang perubahannya hanya di akhir kata, jama’ taksir bisa ditambahkan atau dikurangi di mana saja.

Contoh perubahan jama’ taksir:

Ternyata ada isim yang mempunyai bentuk jama’ dalam bentuk jama’ taksir dan juga jama’ mudzakkar salim. Berikut contohnya:Penggunaan jama’ taksir paling banyak digunakan untuk isim jamid atau isim simai’. Namun ada sebagian kecil yang digunakan dari isim musytaq.

Berikut isim mufrad, mutsana, dan jama’ dalam berbagai keadaan i’rab.

- Isim mudzakkar

- Isim muanats

Demikian penjelasan singkat tentang isim mufrad, mustana dan jama. Pastinya masih banyak hal yang belum dijelaskan di artikel ini. Insyaallah pada postingan selanjutnya, kita akan membahas isim mufrad, mutsana, dan jama’ dengan pemaparan yang lebih panjang.

Sumber: https://hahuwa.blogspot.com/

Berikutnya Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url