Nahwu Wadih - Fi"il Mudhori yang Dibaca Jazm

Nahwu Wadih - Fi"il Mudhori yang Dibaca Jazm

Contoh:

(1) لَمْ يَحْفَظْ زَيْدٌ دَرْسَهُ

Zaid belum menghafal pelajarannya

(2) لَمْ يَنْقَطِعْ نُزُوْلُ المَطَرِ

Hujan belum berhenti

(3) لَمْ يَذْهَبْ زَيْدٌ إِلَى المَدْرَسَةِ

Zaid belum berangkat ke sekolah 

- - - - - - - - - - - -

(4) لَا تَأْكُلْ وَأنْتَ شَبْعَان

Jangan makan saat kamu sedang kenyang

(5) لَا تُكْثِرْ مِنَ الضَحِكِ

Jangan banyak bercanda

(6) لَا تُسْرِعْ فِي السَيْرِ

Jangan cepat-cepat dalam berjalan [perjalanan]

- - - - - - - - - - - - 

(7) إنْ تَفْتَحْ نَوَافِذَ الحُجْرَةِ يَتَجَدَّدْ هَوَاءُهَا

Jika kamu membuka jendela-jendela kamar, maka udaranya akan baru

(8) إنْ تَجْلِسْ فِي مَجْرَى الهَوَاءِ تَمْرَضْ

Jika kamu duduk [saat angin kencang], maka kamu akan sakit

(9) إنْ يُسَافِرْ أخُوْكَ تُسَافِرْ مَعَهُ

Jika saudaramu bepergian, maka kamu akan bepergian bersamanya

******

Pembahasan:

Contoh-contoh di atas dari nomer (1) sampai nomer (6) terdapat fi'il mudhore yang didahului oleh huruf yang menjazmkan yaitu huruf 'لَمْ dan لَا', pada contoh-contoh tersebut fi'il mudhore bermakna kalimat negatif karena didahului oleh huruf nafi (negatif), selain itu fi'il mudhore yang didahului oleh 'لَمْ dan لَا' juga harus dibaca jazm, karena kedua huruf tersebut adalah huruf yang menjazmkan. 

Adapun amal huruf 'لَمْ' yaitu untuk menunjukkan arti kata negatif atau nafi pada waktu lampau, contoh pada kalimat pertama :

لَمْ يَحْفَظْ زَيْدٌ دَرْسَهُ

Zaid belum menghafal pelajarannya

maksud dari huruf لَمْ pada kalimat di atas adalah untuk menunjukkan bahwa Zaid pada waktu lampau [entah kemarin, tadi malam, ataupun waktu yang sudah lalu] belum bisa menghafal pelajarannya.

Sedangkan amal huruf لَا yaitu untuk menunjukkan kata larangan [nahyi] yang ditujukkan untuk lawan bicara agar tidak melakukan sesuatu.

Jika temen-temen perhatikan semua contoh fi'il-fi'il di atas yang didahului oleh huruf  'لَمْ dan لَا', maka temen-temen temukan bahwa semua fi'ilnya dibaca jazm dengan dibaca sukun di akhir katanya, tetapi jika temen-temen buang atau hilangkan saja huruf  'لَمْ dan لَا', maka fi'il mudhorenya akan dibaca rofa' dengan dhomah di akhir kata, dari sini kita paham bahwa setiap fi'il mudhore yang kemasukan huruf  'لَمْ dan لَا' maka harus dibaca jazm. 

Jika temen-temen perhatikan contoh kalimat yang ke (7) sampai ke (9), temen-temen akan menemukan bahwa setiap kalimat didahului dengan huruf 'إنْ', dan perlu diketahui bahwa huruf 'إنْ' tersebut hanya masuk pada fi'il mudhore dan membuat fi'il tersebut dibaca jazm.

perhatikan kalimat di bawah ini 

(7) إنْ تَفْتَحْ نَوَافِذَ الحُجْرَةِ يَتَجَدَّدْ هَوَاءُهَا

Jika kamu membuka jendela-jendela kamar, maka udaranya akan baru

jika diperhatikan kalimat di atas tersusun dari dua kalimat, kalimat pertama yaitu إنْ تَفْتَحْ نَوَافِذَ الحُجْرَةِ , ia menjadi kalimat syarat [sebab], kedua kalimat kedua yaitu يَتَجَدَّدْ هَوَاءُهَا , ia menjadi kalimat jawabnya [atau akibatnya]. maka maksudnya adalah membuka jendela kamar menjadi syarat, dan menyebabkan akibat berupa perubahan atau pembaruan udara kamar. 

jika temen-temen perhatikan kata تَفْتَحْ   dan  يَتَجَدَّدْ  kedua dibaca jazm dengan tanda jazmnya yaitu sukun di akhir kata. 

Adapun yang menjazmkan kedua fi'il mudhore pada kalimat di atas yaitu huruf إنْ , maka dari itu, huruf إنْ disebut juga dengan huruf syarat dan jazm. 

*********    

Kaidah:

Fi'il mudhore dibaca jazm jika didahului oleh huruf yang menjazmkan yaitu: لَمْ ,لَا  dan huruf إنْ  syarat.

Huruf لَمْ dan huruf لَا  nahyi/larangan, keduanya hanya dapat menjazamkan satu fi'il mudhore saja. huruf لَمْ menafikan fi'il pada waktu lampau, sedangkan huruf لَا menunjukkan larangan untuk melakukan sesuatu.

Huruf إنْ menjazmkan dua fi'il mudhore sekaligus, fi'il pertama menjadi fi'il syarat [sebab], sedangkan fi'il kedua menjadi jawab [akibat].

Baca Juga: Contoh Kalimat Fi’il Mudhari’ Jazm

Referensi:

Kitab Nahwu Wadhih juz 1, hal. 52 - 53. 

Setelahnya Sebelumnya