Jurumiyah - Bab Athof, Taukid Dan Badal

Bab Athof

بَابُ اَلْعَطْفِ

وَحُرُوفُ اَلْعَطْفِ عَشَرَةٌ وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْفَاءُ, وَثُمَّ, وَأَوْ, وَأَمْ, وَإِمَّا, وَبَلْ, وَلَا, وَلَكِنْ, وَحَتَّى فِي بَعْضِ اَلْمَوَاضِعِ

Huruf ‘athaf ada sepuluh, yaitu:

  1. اَلْوَاوُ (dia seorang perempuan)
  2. الْفَاءُ (dia dua orang laki-laki/perempuan)
  3. ثُمَّ (mereka para laki-laki)
  4. أَوْ (dia seorang perempuan)
  5. أَمْ (dia dua orang laki-laki/perempuan)
  6. إِمَّا (mereka para laki-laki)
  7. بَلْ (dia seorang perempuan)
  8. لَا (dia dua orang laki-laki/perempuan)
  9. لَكِنْ (mereka para laki-laki)
  10. حَتَّى (dia seorang perempuan)

فَإِنْ عُطِفَتْ عَلَى مَرْفُوعٍ رُفِعَتْ أَوْ عَلَى مَنصُوبٍ نُصِبَتْ, أَوْ عَلَى مَخْفُوضٍ خُفِضَتْ, أَوْ عَلَى مَجْزُومٍ جُزِمَتْ, تَقُولُ قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌو, وَرَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍو, وَزَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ

Jika kamu athafkan dalam keadaan rafa’ maka rafa’akan, dalam keadan nashab maka nashabkan, dalam keadaan khafad maka khafadhkan, dalam keadaan jazm maka jazmkan

Contohnya:

  • قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌو (Zaid dan Amr berdiri)

  • رَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا (Saya melihat Zaid dan Amr berdiri)

  • وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍو (Saya melewati Zaid dan Amr)

  • زَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ (Zaid belum berdiri dan belum duduk)

Bab Taukid

بَابُ اَلتَّوْكِيدِ

اَلتَّوْكِيدُ "تابع لِلْمُؤَكَّدِ فِي رَفْعِهِ وَنَصْبِهِ وَخَفْضِهِ وَتَعْرِيفِهِ

Taukid (Menekankan / Menguatkan) Taukid itu mengikuti yang diperkuat dalam keadaan rafa’nya, nashabnya, khafadhnya, dan ma’rifatnya

وَيَكُونُ بِأَلْفَاظٍ مَعْلُومَةٍ, وَهِيَ اَلنَّفْسُ, وَالْعَيْنُ, وَكُلُّ, وَأَجْمَعُ, وَتَوَابِعُ أَجْمَعَ, وَهِيَ أَكْتَعُ, وَأَبْتَعُ, وَأَبْصَعُ, تَقُولُ قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ, وَرَأَيْتُ اَلْقَوْمَ كُلَّهُمْ, وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ أَجْمَعِينَ

Taukid itu telah tertentu lafadzh-lafazhnya, yaitu :

  1. اَلنَّفْسُ,(diri/sendiri)
  2. الْعَيْنُ ,(seluruh)
  3. كُلُّ ,(seluruh)
  4. أَجْمَعُ (diri/sendiri)
  5. Dan yang mengikuti ajma’u : أَجْمَعُ, yaitu أَكْتَعُ, وَأَبْتَعُ, وَأَبْصَعُ

Contohnya :

  • قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ (Zaid telah datang sendiri )

  • رَأَيْتُ اَلْقَوْمَ كُلَّهُمْ (Saya melihat kaum seluruhnya)

  • مَرَرْتُ بِالْقَوْمِ أَجْمَعِينَ (Saya melintasi bersama kaum seluruhnya)

Bab Badal

بَابُ اَلْبَدَلِ

إِذَا أُبْدِلَ اِسْمٌ مِنْ اِسْمٍ أَوْ فِعْلٌ مِنْ فِعْلٍ تَبِعَهُ فِي جَمِيعِ إِعْرَابِهِ وَهُوَ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْءِ, وَبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ, وَبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ, وَبَدَلُ اَلْغَلَطِ, نَحْوَ قَوْلِكَ "قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ, وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ", أَرَدْتَ أَنْ تَقُولَ رَأَيْتُ اَلْفَرَسَ فَغَلِطْتَ فَأَبْدَلْتَ زَيْدًا مِنْه

Apabila dibadalkan isim dengan isim atau fi’il dengan fi’il maka mengikuti badalnya itu pada seluruh i’rabnya. Badal itu ada empat:

  1. بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء

  2. َبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ

  3. َبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ

  4. َبَدَلُ اَلْغَلَطِ

Contohnya:

  • قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ (Zaid telah berdiri yaitu saudaramu )

  • أَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ (Saya telah memakan roti yaitu sepertiganya)

  • نَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ (Zaid telah memberi manfaat kepadaku yaitu ilmunya )

  • رَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ (Saya melihat 'Zaid' - 'kuda') keterangannya:

Kamu ingin berkata al farasa (kuda) akan tetapi kamu ternyata salah ucap,

maka kamu ganti رَأَيْتُ زَيْدًا menjadi "رَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ "

Berikutnya Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url