Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam

Umat islam punya sistem kalender tersendiri untuk menentukan penanggalan dan tahun baru islam yang disebut kalender Hijriyah. Kalender hijriyah dihitung berdasarkan perputaran Bulan mengelilingi bumi, sehingga disebut juga penanggalan Qomariyah yang artinya Bulan. Penanggalan tahun Baru Islam dimulai dari 1 Muharram yang artinya tanggal tersebut adalah Tahun Baru Bagi Umat Islam di seluruh Dunia. Lalu bagaimana sebaiknya umat islam Memperingati dan memeriahkan Tahun Barunya?

Walaupun belum ada kesepakatan umat islam khususnya di Indonesia, dalam menentukan perhitungan atau hisab penanggalan hijriyah ini. Tetapi Tahun baru hijriyah sudah mulai diperingati dengan berbagai kegiatan seperti pawai keagamaan, do'a bersama, dzikir dan kegiatan keagaaman lainnya. NU dan Muhammadiyah mempunyai cara yang berbeda dalam metode hisab untuk menentukan penanggalan kalender Hijriyah, tetapi masing-masing organisasi terbesar di indonesia tersebut telah menggelar dan memperingati tahun Baru islam.
Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam

Memperingati tahun baru Hijriyah dengan Tahun Baru Masehi tentu akan sangat berbeda. Berikut nahwushorof.com merangkum Cara Umat Islam Memperingati Tahun Barunya:

Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Doa adalah senjata bagi seorang muslim dalam berbagai keadaan. Dengan Doa berarti kita menunjukkan kepasrahan dan ketidak berdayaan kita dihadapan Alloh swt. Sikap penuh pengharapan ini juga harus ditunjukkan dalam menghadapi Tahun Baru dengan harapan tahun baru Hijriyah menjadi moment kebangkitan diri supaya lebih baik dan lebih banyak beramal soleh.

Doa menunjukkan bahwa kita ini mahluk yang lemah di hadapan Alloh swt, tidak ada daya dan upaya Selain dengan pertolongan Alloh swt. Selain itu, Doa juga diperintahkan langsung dalam Al Quran. Sehingga kita wajib berdoa dimana saja dan kapan saja, dengan tata cara yang baik. Begitupun pada moment pergantian Tahun Baru Hijriyah, doa sangat dianjurkan yaitu dengan membaca Doa Akhir tahun dan Doa Awal tahun. Untuk lafal doanya silahkan anda baca artikel berikut ini: Inilah Doa yang Dibaca Pada Ahir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Puasa Sebelum dan Sesudah Memasuki Tahun Baru Hijriyah

Banyak puasa sunnah yang dianjurkan pada waktu waktu tertentu, seperti puasa hari senin dan kamis, puasa yaumul bid, puasa arafah, dan juga termasuk puasa di penghujung tahun baru islam dan pada awal tahun baru hijriyah.

Puasa pada bulan muharram dianjurkan berdasarkan Hadits Rasulullah saw berikut:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِRasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Hadits tersebut tidak menyebutkan secara spesifik tanggal berapa kita berpuasa, hanya menyebutkan pada bulan muharram saja. Namun Syekh Al Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi yang merupakan kitab Syarah Sunan Tirmidzi menjelaskan:

صَوْمِ الْمُحَرَّمِ ثَلَاثَةٌ الْأَفْضَلُ أَنْ يَصُومَ يَوْمَ الْعَاشِرِ وَيَوْمًا قَبْلَهُ وَيَوْمًا بَعْدَهُ وَقَدْ جَاءَ ذَلِكَ فِي حَدِيثِ أَحْمَدَ وَثَانِيهَا أَنْ يَصُومَ التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَثَالِثُهَا أَنْ يَصُومَ الْعَاشِرَ فَقَطْ

"Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja."

Selain itu, ada hadits yang menerangkan bahwa puasa muharram itu adalah Puasa di akhir Bulan Dzulhijjah dan pada hari awal bulan muharram, Berikut kutipan haditsnya:

من صام آخر يوم من ذي الحجة، وأول يوم من المحرم فقد ختم السنة الماضية بصوم، وافتتح السنة المستقبلة بصوم، جعل الله له كفارة خمسين سنة

Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah Ta’ala menjadikan kaffarah/terlebur dosanya selama 50 tahun.

Dengan demikian Puasa yang disunatkan menjelang atau pada Tahun Baru Islam ini ada beberapa pilihan, tinggal kita memiliha apakah mau melaksanakn semua atau salah satunya. Sebenarnya ada hadits yang lebih umum tentang puasa yang bisa dikatikan dengan puasa di bulan muharram. Seperti Puasa Hari Senin dan Kamis dan Puasa Yaumul Bidh tanggal 13,14,15. Puasa ini tidak dibatasi dibulan manapun sehingga bisa dilaksanakan di Bulan Muharram.

12 Amalan di Bulan Muharram menurut As-Syaikh Abdul Hamid

Keutamaan bulan Muharram yang merupakan bulan Pertama dalam Kalender Tahun Baru Islam sudah difirmankan Alloh dalam Al Quran, sehingga tidak perlu diragukan lagi tentanga keutamaan Bulan ini. As-Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzul Naja wa Surur Fi Adiyati Tasyrahus Sudur menukil penjelasan para ulama dalam bentuk nadzam berikut:


فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. 1) Puasalah, 2) shlatlah, 3) sambung silaturrahim, 4) ziarah orang alim, 5) menjenguk orang sakit, 6) celak mata. 7) Usaplah kepala anak yatim, 8) bershadaqah, 9) mandi, 10)menambah nafkah keluarga, 11) memotong kuku, 12) membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Demikian Tata Cara Umat Islam memperingati Tahun Barunya yaitu pada Bulan Muharram. Seyogyanya bagi kita umat islam walaupun tidak mampu melaksanakan semuanya, tapi laksanakanlah amalah yang paling mudah dari Amalan yang disebutkan diatas.
Read More

Inilah Doa yang Dibaca Pada Ahir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Moment Tahun Baru Islam tahun 2018 akan segera tiba. Seyogyanya Umat islam merasa bergembira, sebagaimana kita bergembira dengan kedatangan tahun baru Masehi yang banyak sekali diperingati oleh orang islam maupun non islam. 1 Muharram 1440 Hijriah akan bertepatan dengan tanggal 11 September 2018 tepatnya pada hari selasa.

Bagi umat islam, memperingati atau memeriahkan tahun baru islam tidak harus seperti menyambut tahun baru masehi dengan pesta kembang api dan hura-hura. Banyak amaliah yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam rangka memperingati tahun Baru Islam ini. Salah satu amaliah yang tidak boleh dilewatkan adalah membaca Doa Ahir tahun dan Doa Awal Tahun.

Doa Akhir Tahun Islam

Tahun Baru Islam Tahun 2018 1 Muharram 1440 H

Akhir tahun merupakan sarana untuk muhasabah, melihat diri sendiri. Segala hal yang telah kita lakukan selama satu tahun kebelakang. Apakah lebih banyak beramal atau sebaliknya? kita lebih banyak mencaci dan membenci orang. Untuk itu, Alangkah baiknya, penutupan akhir tahun ini ditutup dengan doa sebagai bentuk iabadah dan kepasrahan kita terhadap Alloh swt.

Inilah doa yang dianjurkan dibaca pada penghujung tahun baru islam. Doa ini sebaiknya dibaca 3 kali. Berikut doanya:

 اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Ya Alloh, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berrarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Doa Awal Tahun Baru Islam

Setelah masuk tanggal 1 Muharram Baiknya kita membaca doa Awal Tahun. Doa ini dibaca ketika malam tanggal 1 Muharram yang dimulai dari masuknya waktu maghrib.

Dengan pergantian tahun baru, Doa merupakan senjata yang ampuh untuk mengarahkan harapan di tahun baru ini kepada Alloh swt, Semoga tahun baru ini lebih baik dan bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dianding tahun kemarin. Berikut Lafal Doa Awal Tahun, dan sebaiknya dibaca 3 kali di malam 1 Muharam:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Selain membaca Doa diatas, masih banyak amalan yang seyogyanya dilaksanakan oleh umat islam dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Diantara amalan yang sunah untuk dilaksanakan adalah Melaksanakan Puasa dan Memperbanyak Sodaqoh Seperti dijelaskan dalam artikel berikut: Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam
.

Demikian Doa yang Dibaca Pada Akhir Tahun Dan Awal Tahun Baru Islam. Semoga tahun Baru Islam 1440 ini, menjadi moment perdamain umat islam ditahun politik.
Read More

Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran

Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran Kalimah Isim dalam istilah bahasa indonesia sama dengan Kata Benda. Namun, dalam bahasa Arab kalimah isim mempunyai dan menempati i'rob, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak mengenal istilah i'rob. Dengan adanya i'rob, maka kalimah isim bisa menerima i'rob rofa, nashab dan jar. Dengan i'rob tersebut maka harkat akhir kalimah bisa berubah-ubah karena perbedaan tanda i'rob, kalimah yang menerima i'rob dan punya tanda i'rob disebut Isim mu'rob. sedangkan kalimah yang tidak berubah harkat akhir atau tetap walaupun menempati kedudukan i'rob disebut kalimah isim Mabni.

Jika kita definisikan dengan sederhana, Kalimah isim berdasarkan perubahan harkat akhir atau tanda i'robnya, dibagi menjadi 2 bagian, yaitu isim mu'rob dan isim mabni. Isim Mu'rob adalah kalimah isim yang menerima perubahan akhir kalimah dikarenakan pengaruh i'rob, dan perubahan tersebut merupakan tanda i'rob. Sedangkan isim mabni adalah kalimah isim yang akhir kalimahnya tidak terpengaruhi oleh i'rob atau tetap.

Cara Membedakan Isim Mu'rob dan Isim Mabni

Perbedaan Isim Murob dan Isim Mabni

Istilah perubahan akhir kalimah karena pengaruh (amal) kalimah sebelumya disebut i'rob dan kalimahnya disebut isim mu'rob. Sedangkan kalimah yang tidak menerima perubahan akhir kalimah walaupun masuknya amil (kalimah yang punya amal) yang berbeda disebut isim mabni. Amil yang dapat mempengaruhi perubahan i'rob tersebut, jumlahnya ada 100 amil, seperti yang sudah saya uraikan dalam artikel 100 Amil (awamil)

Mabni dan mu'robnya kalimah isim tidak terpengaruh dengan bentuk tatsniyah atau jamak, maunnats atau muzakar, soheh atau mu'tal. Untuk lebih memahami perbedaan isim mu'rob dan isim mabni, perhatikan contoh bentuknya masing-masing dibawah ini:
Bentuk Kalimah Isim
Isim Mu’rob
Isim Mabni
Irob Rofa
Irob Nashob
Irob Jar

Mufrod (tunggal)
مسجدٌ
Masjidun
مسجداً
Masjidan
مسجدٍ
Masjidin
هُ dalam lafadz اليهِ
Tatsniyah (dua)
مسجدَانِ
مَسْجِدَيْنِ
مَسْجِدَيْنِ
هُمَا
Jamak
سَاجِدُوْنَ
سَاجِدِيْنَ
سَاجِدِيْنَ
هُمْ
Mudzakar
اَحْمَدُ
اَحْمَدَ
اَحْمَدَ
هُوَ
Muannats
عائشَةُ
عائشةَ
عائشةَ
هِيَ
Bentuk isim mabni secara lengkap, silahkan baca artikel berikut: Bentuk Isim Mabni Mahal Rofa, Nashob dan Jar

Contoh Isim Mu'rob dan Isim Mabni dalam al Quran

Selanjutnya, Untuk lebih memahami perbedaan isim mu'rob dan isim mabni kita akan langsung mencari isim mu'rob dan isim mabni dalam Quran surat al Fatihah. Silahkan perhatikan setiap kalimah dalam surat al Fatihah, dan bedakan isim mu'rob dan isim mabninya. Berikut adalah hasilnya:

Kalimah yang termasuk isim mu'rob beserta Penjelasan i'robnya

  1. اسم irob jar, tanda irobnya kasroh
  2. الله (ada 2) irob jar, tanda irobnya kasroh
  3. الرحمن irob jar, tanda irobnya kasroh
  4. الرحيم irob jar, tanda irobnya kasroh
  5. الحمد irob rofa, tanda irobnya dommah
  6. رب irob jar, tanda irobnya kasroh
  7. العالمين irob jar, tanda irobnya huruf Ya dan Nun termasuk mulhaq jamak mudzakar salim
  8. مالك irob jar, tanda irobnya kasroh
  9. يوم irob jar, tanda irobnya kasroh
  10. الدين irob jar, tanda irobnya kasroh
  11. الصراط irob nashob, tanda irobnya fathah
  12. المستقيم irob nashob, tanda irobnya fathah
  13. المغضوب irob jar, tanda irobnya kasroh
  14. الضالين irob jar, tanda irobnya Ya dan Nun

Kalimah yang termasuk Isim Mabni

  1. إِياك Isim domir munfashil mahal nashob
  2. نعبد isim mabninya adalah domir نحن yang tersimpan mahal rofa
  3. إهدنا Isim mabninya yaitu نا isim domir muttashil mahal nashob
  4. الذين Isim maushul mahal jar
  5. انعمت Isim mabninya adalah ت domir mutthashil mahal rofa
  6. عليهم Isim mabninya adalah هم isim domir muttashil mahal jar
Demikian penjelasan tentang Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran. Dengan menggali langsung contoh dari Al Quran atau dari kalimat-kalimat bahasa arab kita akan lebih cepat memahaminya. Jika ada yang kurang mengerti dalam perbedaan Isim mu'rob dan isim mabni silahkan diskusikan dalam kolom komentar dibawah. Jika anda ingin mengutip artikel ini dipersilahkan dengan catatan mencantumkan sumber NahwuShorof.com
Read More

Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah

Sudah dijelaskan sebelumnya tentang Definisi dan Pembagian Isim Mufrad. Isim mufrad banyak sekali kita temukan dalam bahasa arab, baik bahasa al quran maupun bahasa sehari-hari. Untuk memudahkan saya menuliskan lagi tentang definisi isim mufrad menurut ahli Nahwu berikut ini:

ما ليس مُثَنَّي ولا مجموعاً ولا ملحقاً بهما ولا من الأسماء الخمسة
Isim yang tidak bermakna dua (tatsniyah) dan tidak bermakna banyak (jamak) serta bukan merupakan mulhaq isim tatsniyah dan jamak, dan bukan asmaul khomsah atau asmaussittah.

Penjelasan Tanda Irab Isim Mufrod

Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kalimah isim hanya memiliki 3 irob yaitu irob rofa, nashob, dan jer. Begitu juga dengan Isim Mufrod, karena merupakan bagian dari kalim isim, maka Isim Mufrod juga hanya menerima 3 irob. Isim Mufrad, dalam setiap i'robnya memiliki tanda masing-masing dan dapat kita bedakan dengan mudah. Berikut penjelasannya:
  1. Irob Rofa. Isim mufrod yang irob rofa' ditandai i'robnya yaitu dengan Dhommah.
  2. Irob Nashob. Isim mufrod yang irob Nashob ditandai i'robnya yaitu dengan fathah.
  3. Irob Jar. Jika Isim mufrod Munshorif ditandai i'rob jarnya yaitu dengan Kasroh, Namun jika Isim Mufrod Ghoer Munshorif tanda i'rob jarnya adalah dengan fathah.

Untuk memudahkan memahami Isim mufrad, mari kita baca dan teliti bersama dalam surat Al Fatihah, Lafadz mana saja yang termasuk isim mufrad.

Lafadz yang termasuk Isim Mufrad dalam Surat Al Fatihah

Untuk lebih mudah difahami, kita urutkan pembahasan surat Al Fatihah perayat:

  1. Surat Al fatihah Ayat 1. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 1 ada 3 kalimah yaitu: الله الرحمن الرحيم. Ketiga lafadz tersebut ada dalam i'rob jar, dan memiliki tanda yang sama yaitu kasroh.
  2. Surat Al fatihah Ayat 2. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 2 ada 3 kalimah yaitu: الحمد  الله  رب . Tanda irobnya adalah : alhamdu irob rofa ditandai dengan dhommah, lafadz alloh irob jar ditandai dengan kasroh, Robbi irob jar ditandai dengan kasroh.
  3. Surat Alfatihah ayat 3 memiliki tanda dan kalimah yang sama dengan ayat 1.
  4. Surat Al fatihah Ayat 4. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 1 ada 3 kalimah yaitu: مالك  يوم  الدين. Ketiga lafadz tersebut ada dalam i'rob jar, dan memiliki tanda yang sama yaitu kasroh
  5. Surat Al Fatihah ayat 5. Kalimah yang termasuk isim mufrad dalam surat ini ada 2, yang keduanya merupakan isim mabni yaiitu lafadz إياك. Keduanya tidak punya tanda irob karena isim mabni yang berada dalam tempat iroba nashob. Sebenarnya, jika kita gali lebih jauh, ada 2 lagi kalimah isim yang tersimpan yaitu fail lafadz na'budu dan nasta'inu, keduanya adalah isim domir mustatar wujub yang digunakan untuk mutakallim ma'al ghair tapi tidak menunjukkan makna mufrod.
  6. Surat Al Fatihah aya 6. Isim mufrod dalam ayat ini ada 2 lafadz yaitu الصراط  المستقيم. Keduanya irob rofa dan ditandai dengan fathah.
  7. Surat al Fatihah ayat 7. Isim mufrod yang mu'rob dalam ayat ini ada 2 yaitu lafadz. Lafadz ashshiroth irob nashob tanda irobnya fathah, sedangkan al maghdubi irob jar ditandai dengan kasroh.
Dengan meneliti langsung pada kalimah bahasa arab, atau langsung pada ayat al Quran, akan lebih cepat memahami penjelasan Isim Mufrod dan penjelasan ilmu nahwu lainnya. Karena ilmu nahwu tanpa praktik adalah sia-sia saja.

Demikian penjelasan Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah semoga bisa membantu mempelajari ilmu Nahwu Shorof. Untuk menghormati hak cipta dan karya orang lain, jika anda mengutip sebagian atau seluruh artikel ini, harap mencantumkan sumber nahwushorof.com. Terima kasih.
Read More