Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam

Khitbah adalah proses awal yang dilakukan sebelum akad nikah. Khitbah atau lamaran tidak sama dengan akad nikah, bahkan bisa saja terjadi pembatalan sebelum pernikahan. Khitbah menjadi tradisi di Indonesia dengan berbagai cara, dan yang paling sering dilakukan adalah tukar cincin dalam Khitbah. Namun, lamaran dengan tukar cincin hanyalah sebatas adat kebiasaan, tidak dilakukan pun tidak apa. Lamaran atau khitbah dalam islam ada dasar atau dalil yang menjelaskan. dan para Ulama telah banyak menjabarkan hadits-hadits tentang khitbah yang sesuai dengan ajaran Islam. Berikut penjelasan Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam.
Hukum Lamaran atau Khitbah dalam islam
Lamaran dengan tukar cincin


HADITS-HADITS TENTANG LAMARAN KHITBAH



Banyak hadits Nabi saw yang menjelaskan tentang lamaran atau khitba, diantaranya:
Hadits 1
عن عراك عن عروة ؤضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم خطب عائشة الى ابى بكر فقال له ابو بكر ـ أنما انا اخوك ـ فقال ـ انت اخى فى دين الله وكتابه وهي لى حلال ـ رواه احمد و الدرقطنى
Diriwayatkan dari 'Iraq dari urwah r.a. : Sesungguhnya Nabi saw mengkhitbah Aisah pada Abi Bakar, Abu Bakar berkata: "Aku adalah saudaramu", Nabi saw bersabda: "Engkau adalah Saudara dalam agama alloh dan kitabNya, dia (aisyah) halal bagiku". Hadits Riwayat Ahmad dan Daruquthni.
Hadits 2:
 Diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir r.a. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Seorang Mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya, Maka tidak halal bagi seorang mukmin membeli terhadap pembelian saudaranya, dan tidak boleh melamar terhadap lamaran saudaranya sampai dia meninggalkannya". Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam Muslim.
Hadits 3:
Dari ibnu Amr rodiyallohu anhumma, berkata: Rasulullah saw bersabda: "Janganlah seseorang melamar terhadap lamaran saudaranya, sampai si pelamar meninggalkan sebelumnya atau dia mengizinkannya untuk dilamar" Hadits Muttafaq alaih.

Hadits 4:
Dari Fatimah binti Qais ra, Suaminya telah menjatuhkan talak tiga, maka dia tidak dibuatkan rumah dan tidak diberi nafaqah, Fatimah berkata: " Rasulullah saw berkata kepadaku 'Jika kau sudah bebas dari iddah, kabarilah aku'". Maka ku kabari beliau. Lalu datang 3 orang untuk melamar yaitu Mu'awiyah, Abi Jahm dan Usamah bin zaid. Rasulullah saw bersabda "Mu'awiyah adalah lelaki yang melarat dia tidak punya harta, Abu jahm adalah lelaki yang sering memukul wanita, Nikahlah dengan Usamah!" Maka fatimah memberi isyarah dengan tangannya - usamah usamah - Rasulullah berkata pada fatimah binti Qais "Nikahnya Usamah adalah taat pada alloh dan taat pada Rasulnya". berkata Fatimah "Maka nikahlah saya dengan usamah, dan beruntunglah saya". Hadits Riwayat Jamaah Ahli Hadit Kecuali Imam Bukhari.

Hadits 5:
Diriwayatkan dari Ismail bin Ibrohim bin Rijl dari bani Sulaim, dia berkata: Saya melamar Amamah bin Abdil Mutholib kepada Rosulullah saw, Maka beliau menikahkan aku dengan tanpa membaca khutbah. hadits riwayat Abu Dawud.

Hadits 6:
Diriwayatkan dari jabir bin abdillah ra, dia berkata: "Saya mendengan Nabi saw bersabda: "Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, dan kamu mampu untuk melihat sebagian (anggota badan) yang menarik yang membuat kamu ingin menikahinya, maka lakukanlah". hadits riwayat Ahmad, Abu dawud, disohehkan oleh imam Hakim.

Hadits 7:
Diriwayatkan dari Musa bin Abdillah dari Abi Hamid atau Humiadah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: " Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, maka tidak berdosa untuk melihatnya jika itu memungkinkan. Melihatnya kamu terhadap dia adalah karena khitbah, dan itu semua jika kamu tidak mengetahui dia". Hadits riwayat Ahmad.

Hadits 8:
Diriwayatkan dari Musallamah ra dia berkata: saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Ketika Alloh azza wa jalla memberikan pada hati seseorang terhadap keinginan melamar, Maka tidak berdosa untuk melihat wanita tersebut" hadits riwayat Ahmad dan Ibnu maajah.

Hadits 9:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mengutus Ummu Sualaim ra pada salahsatu wanita, Rasul saw Bersabda: "Lihatlah pinggangnya, dan ciumlah Mu'atifnya" Hadits riwayat Ahmad, Thabrani, Hakim, dan al Baihaqi.

HUKUM KHITBAH ATAU LAMARAN

Dari uraian Hadits di atas dapat disimpulkan mengenai hukum khitbah adalah sebagai berikut:

  1. Khitbah dianjurkan oleh Rasulullah saw maka hukumnya sunnat
  2. Khitbah hanya penyampaian pra nikah, dan tidak sama dengan akad nikah dalam hukumnya.
  3. Tidak boleh melamar wanita yang sedang dilamar oleh orang lain
  4. Jangka waktu antara lamaran dan nikah tidak ada ketentuan dari Rasulullah saw, namun dalam beberapa keterangan waktu keduanya tidak jauh.
  5. Laki-laki boleh melihat wanita yang telah dilamarnya, dan tidak ada dosa.
  6. Ukuran yang boleh dilihat oleh laki laki tidak dijelaskan secara detail oleh Rasulullah saw, Namun para ulama mebatasi hanya boleh melihat wajah dan telapak tangan.
  7. Adapun adat istiadat yang ada di daerah kita, selama tidak dilarang oleh Alloh dan Rasulnya, dan tidak berlebih lebihan maka hal tersebut boleh dilakukan.

Demikian sedikit penjelasan tentang Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam. Semoga memberi sedikit referensi, dan silahkan dikoreksi jika ada yang kurang tepat.

Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar
EmoticonEmoticon