Biaya Pernikahan dan Aturan Mas Kawin Dalam Islam

Tujuan pernikahan adalah mendapat kebahagiaan yang alami tidak dipaksakan dan bukan karena adanya harta. Sehingga pesta pernikahan dan semua rangkaiannya hendaknya dilakukan sesuai kemampuan dan tidak dipaksakan. Dalam pernikahan, Biaya adalah sesuatu yang memang harus dipersiapkan. Biaya yang mencakup acara nikah, dari mulai lamaran, biaya resepsi, biaya mas kawin dan biaya lainnya, merupakan salah satu yang kadang-kadang membani bagi seorang yang ingin melaksanakan pernikahan.

Pernikahan yang elegan adalah pernikahan yang dilakukan natural sesui kemampuan, tidak ada paksaan apalagi sampai menyisakan utang yang besar. Namun, bagaiman Islam memandang aturan biaya nikah dan biaya mas kawin ini?


Hadits Hadits Tentang Biaya Pernikahan dan Besarnya Mas Kawin atau Mahar

Biaya Pernikahan dan Aturan Mas Kawin Dalam Islam

Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim melaksanakan walimatul ursy yang menyangkut biaya pernikahan dan biaya mas kawin. Berikut diantara hadits hadits tersebut:

Hadits 1
Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Pernikahan yang paling besar barokahnya adalah pernikahan biayanya paling murah" Hadits Riwayat Imam Ahmad
Hadits 2
Diriwayatkan dari Uqbah bin amir ra, berkata: Rasulullah saw bersabda : "Mas Kawin yang paling baik adalah yang paling murah" Hadits riwayat Abu dawud, disohehkan oleh imam hakim.
Hadits 3
Diriwayatkan dari Amir bin Rabi'ah ra. : Seorang perempuan dari bani Fuzaroh menikah hanya dengan mas kawin 2 sandal, Rasul bertanya pada perempuan tersebut: "Apakah kamu ridho terhadap dirimu dan hartamu dengan 2 sandal?" perempuan itu menjawab: "Ya(saya ridho)". Maka Nabi saw melangsungkan pernikahan itu. Hadits riwayat Ahmad, Ibnu Maajah dan at tirmidzi
Hadits 4
Diriwayatkan dari jabir ra, Sesungguhnya rasulullah saw bersabda: "Jikalau seorang laki-laki memberikan mas kawin terhadap wanita hanya dengan segenggam tangan makanan, Maka wanita tersebut halal" Hadits riwayat Ahmad dan Abu dawud
Hadits 5
Diriwayatkan dari Anas ra. Sesungguhnya Rasulullah saw melihat Bekas kuning pada Abdirrohman bin Auf. Rasulullah saw bertanya : " Apa ini?". Abdurahman menjawab: "Saya menikahi seorang perempaun denagn mas kawin emas seberat biji korma" Nabi saw berkata: "Semoga Alloh memberkahimu, Selenggarakanlah walimah walau dengan (menyembelih) satu kambing". Hadit riwayat jamaah ahli hadits.
Hadits 6
Diriwayatkan dari Abi salamah bin Abdirrohman ra dia berkata: "Saya bertanya keapda Aisyah ra, Berapakah mas kawin yang diberikan Rasulullah saw?" Aisyah ra menjawab: "Rasulullah saw memberikan maskawin kepada istri-istrinya dengan 20 setengah uqiyah" Aisyah lalu bertanya: "Apakah kamu tahu berapa setengah uqiyah?" Abi salamah menjawab: "tidak". Siti Aisyah ra berkata: "Setengah Uqiyah itu 500 dirham, ini adalah mas kawin Rasulullah saw kepada istri-istrinya" Hadits Riwayat Imam Muslim
Hadits 7
Diriwayatkan dari Ibnnu Abbas ra. berkata: Ketika Ali ra menikahi Fatimah ra, Rasulullah saw berkata: "Berilah dia sesuatu!" Ali ra berkata: "Saya tidak punya apa apa" Rasulullah saw bersabda: "Mana baju al Khutomiyah?" Hadits riwayat Abu dawud dan Nasa'i
Hadits 8
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra. Sesungguhnya Rasulullah saw berkata pada seorang lelaki: "Apakah kamu ridho, Jika aku kawinkan engkau dengan seorang perempuan?" Lelaki itu menjab : "ya (saya ridho)" Maka rasulullah saw menikahkannya dengan salah satu sahabatnya. lelaki itu telah dukhul (hubungan intim) tapi belum membayar mas kawin dan tidak memberikan sesuatu." Lelaki itu mati syahid dalam perang Hudaibiyah, dan setiap orang yang Syahid di Hudaibiyah akan mendapat bagian rampasan di Khaibar. Ketika kematian telah menghampirinya, Lelaki itu berkata: "Sesungguhnya Rasulullah saw telah menikahkanku dengan seorang perempuan, dan aku belum memberikan mas kawin padanya dan tidak memberikan apapun pada wanita itu, dan aku bersaksi kepada kalian semua, aku memberikan mas kawin dari bagianku di khaibar" Maka wanita tersebut mengambila bagiannya dan menjualnya seharga seratus ribu. Hadits riwayat Abu dawud.

Penjelasan Hukum Biaya dan Mas Kawin dari hadits di atas

Setelah kita membaca dan meneliti hadits-hadits di atas, ada beberapa ketentuan yang berhubungan dengan biaya nikah dan biaya mas kawin yang harus dijalankan dalam syariat islam. Berikut kesimpulan hukumnya:

  1. Pernikahan yang barokah adalah pernikahan dengan biaya yang murah, begitupun dengan mas kawinnya yang paling baik adalah yang paling murah atau yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian kita. 
  2. Rasulullah memberikan mas kawin yang sangat besar, jika kita lihat hadits di atas menyebutkan bahwa mas kawin rasulullah saw itu sebanyak 20,5 Uqiyah dan 1/2 uqiyah itu 500 dirham, berarti mas kawin Rasulullah itu adalah 1000 dirham x 20,5 = 20,500 dirham.
  3. Jadi artinya, mas kawin itu harus disesuaikan dengan kemampuan, tidak boleh dipaksakan. Tetapi juga jangan meremehkan ketika kita mampu memberikan yang lebih besar. Karena dalam hadits-hadits diatas, Rasulullah saw memerintahkan memberikan sesuatu yang sangat murah bahkan hanya dengan manfaat hafalan quran, itu kepada para sahabat yang memang tidak punya kelebihan dalam harta.
  4. Pembayaran mas kawin bisa ditangguhkan atau utang.
Demikian sedikit hikmah penjelasan Hadits Rasulullah tentang Biaya pernikahan dan Mas Kawin dalam Islam, untuk lebih jelasnya anda bisa membaca sumber-sumber kitab fiqih yang telah dijelaskan oleh para Ulama. semoga artikel ini bermanfaat.
Read More

Ketentuan Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam

Nikah adalah salah satu syariat yang dapat menghalalkan sesuatu yang haram. Oleh karen itu, dalam praktiknya harus sesuai dengan aturan syariat islam, sehingga benar-benar sah dan tidak menjadikan pernikahan yang rusak. Ketika Nikah tidak sah, maka seluruh keharaman akan tetap haram.

Pernikahan sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. kepada siapa saja yang telah memenuhi Syarat Nikah. Rukun Nikah adalah segala sesuatu yang harus ada pada waktu akad nikah, karena akad nikah adalah termasuk ibadah. Bagi kedua mempelai, Nilai ibadah dari pernikahan tidak hanya pada waktu akad saja, melainkan selama hidup berumah tangga bersama istri dan anak. Jadi, Nikah adalah ibadah jangka panjang.

Setiap Masalah yang timbul dalam rumah tangga, sebenarnya adalah ladang amal, ketika suami dan istri mampu menghadapi masalah itu dengan bersama-sama dan saling mengerti satu sama lain akan kekurangan masing-masing.

Hadits - Hadits Tentang Aturan Pernikahan

Syarat dan Rukun nikah dalam islam

Untuk mengetahui dan menyimpulkan tentang Syarat dan Rukun nikah mari kita simak hadits-hadits berikut:
Hadits 1
Diriwayatkan dari imron bin husain ra, dari Nabi saw beliau bersabda "Tidak sah Nikah, Kecuali dengan wali dan 2 Saksi yang adil". Hadits riwayat Ahmad bin Hanbal
Hadits 2
Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra, dia berkata: Rasulullah saw Bersabda: "Tidak Sah Nikah, Kecuali dengan wali dan 2 saksi yang adil, jika wali berselisih, maka pemerintah adalah wali bagi orang yang tidak punya wali" Hadits riwayat ad Daruqutni.
Hadits 3
Diriwayatkan dari abu Hurairoh ra sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Tidak sah Nikah kecuali adanya orang yang empat, yaitu Laki-laki yang melamar, wali, dan 2 Saksi" Hadits riwayat al Baihaqi
Hadits 4
Diriwayatkan dari urwah dari Aisyah ra Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Mana saja perempuan yang nikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya bathil. Jika di dukhul (berhubungan intim) maka dia berhak menerima mahar, Dan jika wali berselisih, maka Pemerintah adalah wali bagi orang yang tidak punya wali" Hadits Riwayat 5 Ahli Hadits, kecuali an Nasai.
Hadits 5
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: "Janganlah seorang perempuan menikahkan perempuan, dan janganlah seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri, maka wanita yang zina dia adalah orang yang menikahkan dirinya sendiri" Hadits Riwayat Ibnu Majah dan ad Daruqutni.
Hadits 6
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra sesunggunya rasulullah saw bersabda: "Pelacur adalah wanita yang menikahkan dririnya sendiri tanpa adanya saksi" Hadits riwayat at Tirmidzi.
Hadits 7
Diriwayatkan dari Jabir ra, bahwa Rasulullah saw meminang Ummu Mubasyir binti al Barro ma'rur, Ummu mubasyir berkata: "Saya telah memberikan syarat (ikrar) pada suamiku untuk tidak menikah dengan orang lain setelah menikah dengan dia" Nabi saw bersabda:"Ini tidak benar/pantas" Hadits Riwayat at tabrani.
Hadits 8
Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Janganlah kamu nikahkan janda sampai kamu berdiskusi dengannya, dan janganlah kamu nikahkan perawan sampai dimintai izin" Para sahabat bertanya: "Ya Rasulalloh bagaimana izinnya seorang perawan?" Rasulullah saw menjawab :"Jika dia Diam" Hadits Riwayat Bukhhari dan Muslim
Hadits 9
Diriwayatkan dari ibnu abbas ra, Sesungguhnya Nabi Saw bersabda:"Janda itu lebih berhak pada dirinya daripada walinya, adapun perawan itu harus dimintai izin, dan izinnya adalah diamnya" Hadits Riwayat Muslim.
Hadits 10
Diriwayatkan dari ibnu Umar ra, Sesungguhnya Nabi saw bersabda:"Ajaklah berdisukusi para perempuan untuk membicarakan anak anak perempuannya" Hadits riwayat Ahmad dan Abu dawud.

Kesimpulan Hukum Dari Hadits di Atas

Dari hadits-hadit di atas dapat kita simpulkan beberapa hukum dalam pertikahan, yaitu:
1. Ketika dilaksanakan akad nikah, maka harus ada (1) Pengantin Laki-laki (2) Wali (3) 2 orang saksi. Ketika pengantin laki-laki berhalangan hadir, maka mewakilkan akad nikahnya kepada orang lain
2. Jika salah seorang diantara 4 orang yang tadi tidak ada, maka akad nikah tidak sah.
3. Para ulama sepakat, bahwa dalam akad apapun termasuk akad nikah, Ijab dan Qabul dari kedua belah pihak merupakan hal yang wajib.
4. Perempuan tidak boleh menikahkan, apalagi seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri.
5. Jika seorang perempuan terikat perjanjian dengan mantan suaminya, misal dia berjanji tidak akan menikah lagi setelah berpisah dengan suaminya itu baik karena ditinggal mati atau karena cerai, maka perjanjian tersebut tidak benar dan tidak mengikat. Artinya perempuan tersebut boleh menikah.
6. Wanita janda ketika akan menikah, harus sesuai dengan keinginan atau pilihannya, artinya janda tidak bisa dipaksakan menikah. Wali atau orang tua harus mengajak berdiskusi tentang pernikahannya.
7. Jika seorang janda dipaksa menikah oleh walinya, maka nikahnya tidak sah.
8. Perawan yang akan ditikahkan harus terlebih dahulu dimintai izin oleh walinya, Jika dia diam saja artinya dia setuju.

Demikian sedikit tentang Penjelasan Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam, tentu saja ini masih sebagian kecil, karena memaknai hadits tidak bisa hanya sebatas membaca teksnya saja. Namun sedikit penjelasan ini semoga bisa bermanfaat.
Read More

Penjelasan Nahwu Shorof I'rob Surat Al Falaq Ayat 1-5

Penjelasan Nahwu Shorof Surat Al Falaq Ayat 1-5 - Surat Falaq terdiri dari 5 ayat. Surat al Falaq dinamakan juga mu'awidzatain yang berarti dua surat perlindungan, yaitu surat al falaq dan surat an Naas. Berikut adalah Penjelasan dari irobul quran surat al falaq.
Penjelasan irob surat alfalaq

Surat Al Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ ما خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غاسِقٍ إِذا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حاسِدٍ إِذا حَسَدَ (5)
Klik Untuk Membaca Penjelasan
NAHWU SHOROF FAIDAH
Read More

Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam

Khitbah adalah proses awal yang dilakukan sebelum akad nikah. Khitbah atau lamaran tidak sama dengan akad nikah, bahkan bisa saja terjadi pembatalan sebelum pernikahan. Khitbah menjadi tradisi di Indonesia dengan berbagai cara, dan yang paling sering dilakukan adalah tukar cincin dalam Khitbah. Namun, lamaran dengan tukar cincin hanyalah sebatas adat kebiasaan, tidak dilakukan pun tidak apa. Lamaran atau khitbah dalam islam ada dasar atau dalil yang menjelaskan. dan para Ulama telah banyak menjabarkan hadits-hadits tentang khitbah yang sesuai dengan ajaran Islam. Berikut penjelasan Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam.
Hukum Lamaran atau Khitbah dalam islam
Lamaran dengan tukar cincin


HADITS-HADITS TENTANG LAMARAN KHITBAH



Banyak hadits Nabi saw yang menjelaskan tentang lamaran atau khitba, diantaranya:
Hadits 1
عن عراك عن عروة ؤضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم خطب عائشة الى ابى بكر فقال له ابو بكر ـ أنما انا اخوك ـ فقال ـ انت اخى فى دين الله وكتابه وهي لى حلال ـ رواه احمد و الدرقطنى
Diriwayatkan dari 'Iraq dari urwah r.a. : Sesungguhnya Nabi saw mengkhitbah Aisah pada Abi Bakar, Abu Bakar berkata: "Aku adalah saudaramu", Nabi saw bersabda: "Engkau adalah Saudara dalam agama alloh dan kitabNya, dia (aisyah) halal bagiku". Hadits Riwayat Ahmad dan Daruquthni.
Hadits 2:
 Diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir r.a. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Seorang Mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya, Maka tidak halal bagi seorang mukmin membeli terhadap pembelian saudaranya, dan tidak boleh melamar terhadap lamaran saudaranya sampai dia meninggalkannya". Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam Muslim.
Hadits 3:
Dari ibnu Amr rodiyallohu anhumma, berkata: Rasulullah saw bersabda: "Janganlah seseorang melamar terhadap lamaran saudaranya, sampai si pelamar meninggalkan sebelumnya atau dia mengizinkannya untuk dilamar" Hadits Muttafaq alaih.

Hadits 4:
Dari Fatimah binti Qais ra, Suaminya telah menjatuhkan talak tiga, maka dia tidak dibuatkan rumah dan tidak diberi nafaqah, Fatimah berkata: " Rasulullah saw berkata kepadaku 'Jika kau sudah bebas dari iddah, kabarilah aku'". Maka ku kabari beliau. Lalu datang 3 orang untuk melamar yaitu Mu'awiyah, Abi Jahm dan Usamah bin zaid. Rasulullah saw bersabda "Mu'awiyah adalah lelaki yang melarat dia tidak punya harta, Abu jahm adalah lelaki yang sering memukul wanita, Nikahlah dengan Usamah!" Maka fatimah memberi isyarah dengan tangannya - usamah usamah - Rasulullah berkata pada fatimah binti Qais "Nikahnya Usamah adalah taat pada alloh dan taat pada Rasulnya". berkata Fatimah "Maka nikahlah saya dengan usamah, dan beruntunglah saya". Hadits Riwayat Jamaah Ahli Hadit Kecuali Imam Bukhari.

Hadits 5:
Diriwayatkan dari Ismail bin Ibrohim bin Rijl dari bani Sulaim, dia berkata: Saya melamar Amamah bin Abdil Mutholib kepada Rosulullah saw, Maka beliau menikahkan aku dengan tanpa membaca khutbah. hadits riwayat Abu Dawud.

Hadits 6:
Diriwayatkan dari jabir bin abdillah ra, dia berkata: "Saya mendengan Nabi saw bersabda: "Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, dan kamu mampu untuk melihat sebagian (anggota badan) yang menarik yang membuat kamu ingin menikahinya, maka lakukanlah". hadits riwayat Ahmad, Abu dawud, disohehkan oleh imam Hakim.

Hadits 7:
Diriwayatkan dari Musa bin Abdillah dari Abi Hamid atau Humiadah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: " Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, maka tidak berdosa untuk melihatnya jika itu memungkinkan. Melihatnya kamu terhadap dia adalah karena khitbah, dan itu semua jika kamu tidak mengetahui dia". Hadits riwayat Ahmad.

Hadits 8:
Diriwayatkan dari Musallamah ra dia berkata: saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Ketika Alloh azza wa jalla memberikan pada hati seseorang terhadap keinginan melamar, Maka tidak berdosa untuk melihat wanita tersebut" hadits riwayat Ahmad dan Ibnu maajah.

Hadits 9:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mengutus Ummu Sualaim ra pada salahsatu wanita, Rasul saw Bersabda: "Lihatlah pinggangnya, dan ciumlah Mu'atifnya" Hadits riwayat Ahmad, Thabrani, Hakim, dan al Baihaqi.

HUKUM KHITBAH ATAU LAMARAN

Dari uraian Hadits di atas dapat disimpulkan mengenai hukum khitbah adalah sebagai berikut:

  1. Khitbah dianjurkan oleh Rasulullah saw maka hukumnya sunnat
  2. Khitbah hanya penyampaian pra nikah, dan tidak sama dengan akad nikah dalam hukumnya.
  3. Tidak boleh melamar wanita yang sedang dilamar oleh orang lain
  4. Jangka waktu antara lamaran dan nikah tidak ada ketentuan dari Rasulullah saw, namun dalam beberapa keterangan waktu keduanya tidak jauh.
  5. Laki-laki boleh melihat wanita yang telah dilamarnya, dan tidak ada dosa.
  6. Ukuran yang boleh dilihat oleh laki laki tidak dijelaskan secara detail oleh Rasulullah saw, Namun para ulama mebatasi hanya boleh melihat wajah dan telapak tangan.
  7. Adapun adat istiadat yang ada di daerah kita, selama tidak dilarang oleh Alloh dan Rasulnya, dan tidak berlebih lebihan maka hal tersebut boleh dilakukan.

Demikian sedikit penjelasan tentang Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam. Semoga memberi sedikit referensi, dan silahkan dikoreksi jika ada yang kurang tepat.
Read More

Penjelasan Nahwu Shorof I'rob Surat An Naas Ayat 1-6

Penjelasan Nahwu Shorof Surat An Naas Ayat 1-6 - Surat An Naas adalah surat terahkir atau surat ke 114 dalam mushaf Utsmani, Surat An Naas adalah surat makiyah atau surat yang diturunkan di makkah.

Irob Surat An Naas

Surat An Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1
(مَلِكِ النَّاسِ (2
(إِلهِ النَّاسِ (3
(مِنْ شَرِّ الْوَسْواسِ الْخَنَّاسِ (4
(الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5
(مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6

Klik Untuk Membaca Penjelasan
NAHWU SHOROF FAIDAH
Read More