KARYA SYEKH ABDUL MUHYI DIBAKAR OLEH DI TII

"Wilayah Pamijahan ieu teu nyesa, kabeh erep di duruk ku DI, ngan hiji nu teu ka duruk teh, nya eta maqamna Kanjeng syekh Adbul Muhyi" 

Wawancara dengan KH ENDANG AJIDIN Keturunan Ke-8 Syekh Abdul Muhyi

KH Endang Ajidin Keturunan Syekh Abdul Muhyi
KH Endang Ajidin


Pada Momen Hari Santri pada tanggal 22 Oktober Kemaren, Warga NU pamarican (sekitar 400 jamaah) mengikuti Upacara Hari Santri di Lapangan dadaha tasikmalaya yang dilanjutkan dengan acara ziaroh ke Salah satu waliyulloh di Tasikmalaya, yang tentu sudah tidak asing lagi bagi warga NU beliau adalah Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan.

Dalam kesempatan tersebut, Saya bersama beberapa 6 peserta ziaroh lainnya menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Kuncen atau juru Kuci Makam waliyulloh syekh abdul Muhyi. beliau adalah KH Endang Ajidin yang merupakan keturunan yang ke -8 dari Syekh Abdul Muhyi. Atas ajakan dari Bapak Cucu Permana Putra Kepala Desa mekarmulya (salah satu desa di Kecamatan pamarican) kami bisa bersilaturahmi dengan beliau KH Endang Ajidin, hal ini memang sering dilakukan oleh bapak Cucu sendiri.

Singkat cerita, Setelah banyak obrolan-obrolan ringan dengan KH Endang Ajidin. Guru saya yang hadir pada waktu itu yaitu Kang M Ali Muhsin, bertanya tentang sejarah singkat perjuangan Syekh Abdul Muhyi dan Kenapa sampai di Pamijahan. KH Endang Ajidin pun menceritakan dengan sangat detail, dari mulai silsilah nasab beliau yang sampai kepada Syekh Jumadil Qubro bahkan sampai ke Rosulullah saw, Sejarah Syekh Abdul Muhyi ketika berguru kepada Cucu Syekh Adbul Qodir Jailani dan ketika ditampakannya ciri-ciri kewalian beliau, Sejarah bagaimana beliau sampai ke Tasikmalaya, cerita tentang karomah-karomah beliau, dan bahkan beliau menceritakan bagaiaman hubungan kekeluargaan antara Syekh Abdul Muhyi dengan pendiri NU yaitu Hadrotus Syekh KH Hasim Asy'ari, KH endang ajidin juga menyampaikan beberapa penailain Gusdur tentang Syekh Abdul Muhyi, Beliau juga menceritakan tentang bagaimana perkembangan islam di Pamijahan setelah wafatnya syekh abdul muhyi sampai periode kemerdekaan republik Indonesia (Hasil wawancara selengkapnya, insya Alloh akan dirangkum dalam tulisan lainnya).

Ada yang menarik dari pembicaraan tersebut, di tengah tengah KH Endang Ajidin bercerita tentang karomah dan kecerdasan serta Kealiman Syekh Haji Abdul Muhyi, beliau menyebutkan bahwa Syekh Adbul Muhyi sangat alim dan telah menyusun ratusan bahkan mungkin ribuan kitab baik yang berbahasa Arab maupun berbahasa Jawa. KH Endang Ajidin mengutip ucapan gusdur bahwa "Syekh Abdul Muhyi adalah wali termuda juga yang paling tua", KH Endang Ajidin menjelaskan maksudnya adalah Syekh Abdul muhyi itu adalah wali Alloh termuda dalam usia namun yang tertinggi dalam keilmuannya.

Namun KH endang Ajidin menyayangkan, dari semua karya Syekh Abdul Muhyi yang masih dapat ditemukan dan dibaca sekarang sangatlah sedikit. Dan itupun awalnya sudah tidak ada di daerah pamijahan, tapi di simpan di perpustakaan perpustakaan di berbagai daerah bahkan luar negeri. Kenapa sampai tidak ada karya yang tersisa di Pamijahan? beliau menjelaskan semua karya Waliyullah yang tetinggal dipamarijahan telah DIBUMIHANGUSKAN OLEH DI TII, sehingga tidak ada satu kitab pun yang tersisa.

"Wilayah Pamijahan ieu teu nyesa, kabeh erep di duruk ku DI, ngan hiji nu teu ka duruk teh, nya eta maqamna Kanjeng syekh Adbul Muhyi" (Wilayah Pamijahan tidak tersisa, semua habis di bakar oleh DI TII, cuma satu yang tersisa yaitu maqam syekh abdul muhyi) tutur KH Endang Ajidin. "Aya meren samobil treuk mah lamun dimobilan eta kitab, tapi kabeh di duruk ku DI" (Ada sekitar satu truk kalau di kumpulkan semua kitab, tapi semuanya HABIS DI BAKAR OLEH DI TII) "Ari pun Bapa mah di amankeun ka kota, sabab waktu harita kabeh tokoh-tokoh anu teu ngadukung DI bakal dipaehan" beliau melanjutkan.

DI adalah singkatan dari Daarul Islam atau Negara Islam, Mereka ingin mendirikan Negara Islam Di Indonesia dan menjadikan Indonesia Sebagai Khilafah Islamiyyah. Namun dalam kenyataanya tidak sesuai dengan Ajaran Islam, mereka Radikal, membunuh siapapun yang tidak sependapat dengan mereka baik itu dari kalangan pemerintah atau Ulama. Mereka juga menghalalkan pencurian di wilayah yang bukan wilayah mereka, karena mereka menganggap itu ghonimah atau harta rampasan perang. Sudah sangat jelas, bahwa DI TII dari namanya saja dia menggunakan simbol islam, dan mereka menyuarakan untuk menegakkan islam. Tapi sebenarnya merkea ingin menggulingkan pemerintahan yang sah dan menghancurkan Islam yang sbenarnya.

Walaupun DI TII sudah dibubarkan oleh pemerintah bersama rakyat di Tasikmalaya. Namun, sel sel serta benih Paham khilafah tidak serta merta bubar dan hilang dari bumi Indonesia. Tapi mereka menelurkan pemikiran-pemikiran yang sama dengan Bentuk Organisasi yang berbeda. Untuk itu, kita perlu berhati hati, karena masih banyak yang mengatasnamakan islam tapi tidak islami, banyak yang menjual agama demi kepentingan partai politiknya, dan masih banyak yang menggunakan simbol simbol islam untuk mengadu domba dan menghancurkan umat islam terutama mereka ingin melemahkan dan menghancurkan Islam Nusantara.

Samakah DI TII Dengan HTI? saya yakin anda tahu jawabannya.
Read More

Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam

Umat islam punya sistem kalender tersendiri untuk menentukan penanggalan dan tahun baru islam yang disebut kalender Hijriyah. Kalender hijriyah dihitung berdasarkan perputaran Bulan mengelilingi bumi, sehingga disebut juga penanggalan Qomariyah yang artinya Bulan. Penanggalan tahun Baru Islam dimulai dari 1 Muharram yang artinya tanggal tersebut adalah Tahun Baru Bagi Umat Islam di seluruh Dunia. Lalu bagaimana sebaiknya umat islam Memperingati dan memeriahkan Tahun Barunya?

Walaupun belum ada kesepakatan umat islam khususnya di Indonesia, dalam menentukan perhitungan atau hisab penanggalan hijriyah ini. Tetapi Tahun baru hijriyah sudah mulai diperingati dengan berbagai kegiatan seperti pawai keagamaan, do'a bersama, dzikir dan kegiatan keagaaman lainnya. NU dan Muhammadiyah mempunyai cara yang berbeda dalam metode hisab untuk menentukan penanggalan kalender Hijriyah, tetapi masing-masing organisasi terbesar di indonesia tersebut telah menggelar dan memperingati tahun Baru islam.
Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam

Memperingati tahun baru Hijriyah dengan Tahun Baru Masehi tentu akan sangat berbeda. Berikut nahwushorof.com merangkum Cara Umat Islam Memperingati Tahun Barunya:

Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Doa adalah senjata bagi seorang muslim dalam berbagai keadaan. Dengan Doa berarti kita menunjukkan kepasrahan dan ketidak berdayaan kita dihadapan Alloh swt. Sikap penuh pengharapan ini juga harus ditunjukkan dalam menghadapi Tahun Baru dengan harapan tahun baru Hijriyah menjadi moment kebangkitan diri supaya lebih baik dan lebih banyak beramal soleh.

Doa menunjukkan bahwa kita ini mahluk yang lemah di hadapan Alloh swt, tidak ada daya dan upaya Selain dengan pertolongan Alloh swt. Selain itu, Doa juga diperintahkan langsung dalam Al Quran. Sehingga kita wajib berdoa dimana saja dan kapan saja, dengan tata cara yang baik. Begitupun pada moment pergantian Tahun Baru Hijriyah, doa sangat dianjurkan yaitu dengan membaca Doa Akhir tahun dan Doa Awal tahun. Untuk lafal doanya silahkan anda baca artikel berikut ini: Inilah Doa yang Dibaca Pada Ahir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Puasa Sebelum dan Sesudah Memasuki Tahun Baru Hijriyah

Banyak puasa sunnah yang dianjurkan pada waktu waktu tertentu, seperti puasa hari senin dan kamis, puasa yaumul bid, puasa arafah, dan juga termasuk puasa di penghujung tahun baru islam dan pada awal tahun baru hijriyah.

Puasa pada bulan muharram dianjurkan berdasarkan Hadits Rasulullah saw berikut:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِRasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Hadits tersebut tidak menyebutkan secara spesifik tanggal berapa kita berpuasa, hanya menyebutkan pada bulan muharram saja. Namun Syekh Al Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi yang merupakan kitab Syarah Sunan Tirmidzi menjelaskan:

صَوْمِ الْمُحَرَّمِ ثَلَاثَةٌ الْأَفْضَلُ أَنْ يَصُومَ يَوْمَ الْعَاشِرِ وَيَوْمًا قَبْلَهُ وَيَوْمًا بَعْدَهُ وَقَدْ جَاءَ ذَلِكَ فِي حَدِيثِ أَحْمَدَ وَثَانِيهَا أَنْ يَصُومَ التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَثَالِثُهَا أَنْ يَصُومَ الْعَاشِرَ فَقَطْ

"Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja."

Selain itu, ada hadits yang menerangkan bahwa puasa muharram itu adalah Puasa di akhir Bulan Dzulhijjah dan pada hari awal bulan muharram, Berikut kutipan haditsnya:

من صام آخر يوم من ذي الحجة، وأول يوم من المحرم فقد ختم السنة الماضية بصوم، وافتتح السنة المستقبلة بصوم، جعل الله له كفارة خمسين سنة

Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah Ta’ala menjadikan kaffarah/terlebur dosanya selama 50 tahun.

Dengan demikian Puasa yang disunatkan menjelang atau pada Tahun Baru Islam ini ada beberapa pilihan, tinggal kita memiliha apakah mau melaksanakn semua atau salah satunya. Sebenarnya ada hadits yang lebih umum tentang puasa yang bisa dikatikan dengan puasa di bulan muharram. Seperti Puasa Hari Senin dan Kamis dan Puasa Yaumul Bidh tanggal 13,14,15. Puasa ini tidak dibatasi dibulan manapun sehingga bisa dilaksanakan di Bulan Muharram.

12 Amalan di Bulan Muharram menurut As-Syaikh Abdul Hamid

Keutamaan bulan Muharram yang merupakan bulan Pertama dalam Kalender Tahun Baru Islam sudah difirmankan Alloh dalam Al Quran, sehingga tidak perlu diragukan lagi tentanga keutamaan Bulan ini. As-Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzul Naja wa Surur Fi Adiyati Tasyrahus Sudur menukil penjelasan para ulama dalam bentuk nadzam berikut:


فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. 1) Puasalah, 2) shlatlah, 3) sambung silaturrahim, 4) ziarah orang alim, 5) menjenguk orang sakit, 6) celak mata. 7) Usaplah kepala anak yatim, 8) bershadaqah, 9) mandi, 10)menambah nafkah keluarga, 11) memotong kuku, 12) membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Demikian Tata Cara Umat Islam memperingati Tahun Barunya yaitu pada Bulan Muharram. Seyogyanya bagi kita umat islam walaupun tidak mampu melaksanakan semuanya, tapi laksanakanlah amalah yang paling mudah dari Amalan yang disebutkan diatas.
Read More

Inilah Doa yang Dibaca Pada Ahir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Moment Tahun Baru Islam tahun 2018 akan segera tiba. Seyogyanya Umat islam merasa bergembira, sebagaimana kita bergembira dengan kedatangan tahun baru Masehi yang banyak sekali diperingati oleh orang islam maupun non islam. 1 Muharram 1440 Hijriah akan bertepatan dengan tanggal 11 September 2018 tepatnya pada hari selasa.

Bagi umat islam, memperingati atau memeriahkan tahun baru islam tidak harus seperti menyambut tahun baru masehi dengan pesta kembang api dan hura-hura. Banyak amaliah yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam rangka memperingati tahun Baru Islam ini. Salah satu amaliah yang tidak boleh dilewatkan adalah membaca Doa Ahir tahun dan Doa Awal Tahun.

Doa Akhir Tahun Islam

Tahun Baru Islam Tahun 2018 1 Muharram 1440 H

Akhir tahun merupakan sarana untuk muhasabah, melihat diri sendiri. Segala hal yang telah kita lakukan selama satu tahun kebelakang. Apakah lebih banyak beramal atau sebaliknya? kita lebih banyak mencaci dan membenci orang. Untuk itu, Alangkah baiknya, penutupan akhir tahun ini ditutup dengan doa sebagai bentuk iabadah dan kepasrahan kita terhadap Alloh swt.

Inilah doa yang dianjurkan dibaca pada penghujung tahun baru islam. Doa ini sebaiknya dibaca 3 kali. Berikut doanya:

 اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Ya Alloh, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berrarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Doa Awal Tahun Baru Islam

Setelah masuk tanggal 1 Muharram Baiknya kita membaca doa Awal Tahun. Doa ini dibaca ketika malam tanggal 1 Muharram yang dimulai dari masuknya waktu maghrib.

Dengan pergantian tahun baru, Doa merupakan senjata yang ampuh untuk mengarahkan harapan di tahun baru ini kepada Alloh swt, Semoga tahun baru ini lebih baik dan bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dianding tahun kemarin. Berikut Lafal Doa Awal Tahun, dan sebaiknya dibaca 3 kali di malam 1 Muharam:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Selain membaca Doa diatas, masih banyak amalan yang seyogyanya dilaksanakan oleh umat islam dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Diantara amalan yang sunah untuk dilaksanakan adalah Melaksanakan Puasa dan Memperbanyak Sodaqoh Seperti dijelaskan dalam artikel berikut: Begini Seharusnya Umat Islam Memperingati Tahun Baru Islam
.

Demikian Doa yang Dibaca Pada Akhir Tahun Dan Awal Tahun Baru Islam. Semoga tahun Baru Islam 1440 ini, menjadi moment perdamain umat islam ditahun politik.
Read More

Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran

Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran Kalimah Isim dalam istilah bahasa indonesia sama dengan Kata Benda. Namun, dalam bahasa Arab kalimah isim mempunyai dan menempati i'rob, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak mengenal istilah i'rob. Dengan adanya i'rob, maka kalimah isim bisa menerima i'rob rofa, nashab dan jar. Dengan i'rob tersebut maka harkat akhir kalimah bisa berubah-ubah karena perbedaan tanda i'rob, kalimah yang menerima i'rob dan punya tanda i'rob disebut Isim mu'rob. sedangkan kalimah yang tidak berubah harkat akhir atau tetap walaupun menempati kedudukan i'rob disebut kalimah isim Mabni.

Jika kita definisikan dengan sederhana, Kalimah isim berdasarkan perubahan harkat akhir atau tanda i'robnya, dibagi menjadi 2 bagian, yaitu isim mu'rob dan isim mabni. Isim Mu'rob adalah kalimah isim yang menerima perubahan akhir kalimah dikarenakan pengaruh i'rob, dan perubahan tersebut merupakan tanda i'rob. Sedangkan isim mabni adalah kalimah isim yang akhir kalimahnya tidak terpengaruhi oleh i'rob atau tetap.

Cara Membedakan Isim Mu'rob dan Isim Mabni

Perbedaan Isim Murob dan Isim Mabni

Istilah perubahan akhir kalimah karena pengaruh (amal) kalimah sebelumya disebut i'rob dan kalimahnya disebut isim mu'rob. Sedangkan kalimah yang tidak menerima perubahan akhir kalimah walaupun masuknya amil (kalimah yang punya amal) yang berbeda disebut isim mabni. Amil yang dapat mempengaruhi perubahan i'rob tersebut, jumlahnya ada 100 amil, seperti yang sudah saya uraikan dalam artikel 100 Amil (awamil)

Mabni dan mu'robnya kalimah isim tidak terpengaruh dengan bentuk tatsniyah atau jamak, maunnats atau muzakar, soheh atau mu'tal. Untuk lebih memahami perbedaan isim mu'rob dan isim mabni, perhatikan contoh bentuknya masing-masing dibawah ini:
Bentuk Kalimah Isim
Isim Mu’rob
Isim Mabni
Irob Rofa
Irob Nashob
Irob Jar

Mufrod (tunggal)
مسجدٌ
Masjidun
مسجداً
Masjidan
مسجدٍ
Masjidin
هُ dalam lafadz اليهِ
Tatsniyah (dua)
مسجدَانِ
مَسْجِدَيْنِ
مَسْجِدَيْنِ
هُمَا
Jamak
سَاجِدُوْنَ
سَاجِدِيْنَ
سَاجِدِيْنَ
هُمْ
Mudzakar
اَحْمَدُ
اَحْمَدَ
اَحْمَدَ
هُوَ
Muannats
عائشَةُ
عائشةَ
عائشةَ
هِيَ
Bentuk isim mabni secara lengkap, silahkan baca artikel berikut: Bentuk Isim Mabni Mahal Rofa, Nashob dan Jar

Contoh Isim Mu'rob dan Isim Mabni dalam al Quran

Selanjutnya, Untuk lebih memahami perbedaan isim mu'rob dan isim mabni kita akan langsung mencari isim mu'rob dan isim mabni dalam Quran surat al Fatihah. Silahkan perhatikan setiap kalimah dalam surat al Fatihah, dan bedakan isim mu'rob dan isim mabninya. Berikut adalah hasilnya:

Kalimah yang termasuk isim mu'rob beserta Penjelasan i'robnya

  1. اسم irob jar, tanda irobnya kasroh
  2. الله (ada 2) irob jar, tanda irobnya kasroh
  3. الرحمن irob jar, tanda irobnya kasroh
  4. الرحيم irob jar, tanda irobnya kasroh
  5. الحمد irob rofa, tanda irobnya dommah
  6. رب irob jar, tanda irobnya kasroh
  7. العالمين irob jar, tanda irobnya huruf Ya dan Nun termasuk mulhaq jamak mudzakar salim
  8. مالك irob jar, tanda irobnya kasroh
  9. يوم irob jar, tanda irobnya kasroh
  10. الدين irob jar, tanda irobnya kasroh
  11. الصراط irob nashob, tanda irobnya fathah
  12. المستقيم irob nashob, tanda irobnya fathah
  13. المغضوب irob jar, tanda irobnya kasroh
  14. الضالين irob jar, tanda irobnya Ya dan Nun

Kalimah yang termasuk Isim Mabni

  1. إِياك Isim domir munfashil mahal nashob
  2. نعبد isim mabninya adalah domir نحن yang tersimpan mahal rofa
  3. إهدنا Isim mabninya yaitu نا isim domir muttashil mahal nashob
  4. الذين Isim maushul mahal jar
  5. انعمت Isim mabninya adalah ت domir mutthashil mahal rofa
  6. عليهم Isim mabninya adalah هم isim domir muttashil mahal jar
Demikian penjelasan tentang Perbedaan Isim Mu'rob dan Isim Mabni dan Contohnya dalam Al Quran. Dengan menggali langsung contoh dari Al Quran atau dari kalimat-kalimat bahasa arab kita akan lebih cepat memahaminya. Jika ada yang kurang mengerti dalam perbedaan Isim mu'rob dan isim mabni silahkan diskusikan dalam kolom komentar dibawah. Jika anda ingin mengutip artikel ini dipersilahkan dengan catatan mencantumkan sumber NahwuShorof.com
Read More

Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah

Sudah dijelaskan sebelumnya tentang Definisi dan Pembagian Isim Mufrad. Isim mufrad banyak sekali kita temukan dalam bahasa arab, baik bahasa al quran maupun bahasa sehari-hari. Untuk memudahkan saya menuliskan lagi tentang definisi isim mufrad menurut ahli Nahwu berikut ini:

ما ليس مُثَنَّي ولا مجموعاً ولا ملحقاً بهما ولا من الأسماء الخمسة
Isim yang tidak bermakna dua (tatsniyah) dan tidak bermakna banyak (jamak) serta bukan merupakan mulhaq isim tatsniyah dan jamak, dan bukan asmaul khomsah atau asmaussittah.

Penjelasan Tanda Irab Isim Mufrod

Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kalimah isim hanya memiliki 3 irob yaitu irob rofa, nashob, dan jer. Begitu juga dengan Isim Mufrod, karena merupakan bagian dari kalim isim, maka Isim Mufrod juga hanya menerima 3 irob. Isim Mufrad, dalam setiap i'robnya memiliki tanda masing-masing dan dapat kita bedakan dengan mudah. Berikut penjelasannya:
  1. Irob Rofa. Isim mufrod yang irob rofa' ditandai i'robnya yaitu dengan Dhommah.
  2. Irob Nashob. Isim mufrod yang irob Nashob ditandai i'robnya yaitu dengan fathah.
  3. Irob Jar. Jika Isim mufrod Munshorif ditandai i'rob jarnya yaitu dengan Kasroh, Namun jika Isim Mufrod Ghoer Munshorif tanda i'rob jarnya adalah dengan fathah.

Untuk memudahkan memahami Isim mufrad, mari kita baca dan teliti bersama dalam surat Al Fatihah, Lafadz mana saja yang termasuk isim mufrad.

Lafadz yang termasuk Isim Mufrad dalam Surat Al Fatihah

Untuk lebih mudah difahami, kita urutkan pembahasan surat Al Fatihah perayat:

  1. Surat Al fatihah Ayat 1. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 1 ada 3 kalimah yaitu: الله الرحمن الرحيم. Ketiga lafadz tersebut ada dalam i'rob jar, dan memiliki tanda yang sama yaitu kasroh.
  2. Surat Al fatihah Ayat 2. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 2 ada 3 kalimah yaitu: الحمد  الله  رب . Tanda irobnya adalah : alhamdu irob rofa ditandai dengan dhommah, lafadz alloh irob jar ditandai dengan kasroh, Robbi irob jar ditandai dengan kasroh.
  3. Surat Alfatihah ayat 3 memiliki tanda dan kalimah yang sama dengan ayat 1.
  4. Surat Al fatihah Ayat 4. Lafadz yang termasuk isim mufrod pada ayat 1 ada 3 kalimah yaitu: مالك  يوم  الدين. Ketiga lafadz tersebut ada dalam i'rob jar, dan memiliki tanda yang sama yaitu kasroh
  5. Surat Al Fatihah ayat 5. Kalimah yang termasuk isim mufrad dalam surat ini ada 2, yang keduanya merupakan isim mabni yaiitu lafadz إياك. Keduanya tidak punya tanda irob karena isim mabni yang berada dalam tempat iroba nashob. Sebenarnya, jika kita gali lebih jauh, ada 2 lagi kalimah isim yang tersimpan yaitu fail lafadz na'budu dan nasta'inu, keduanya adalah isim domir mustatar wujub yang digunakan untuk mutakallim ma'al ghair tapi tidak menunjukkan makna mufrod.
  6. Surat Al Fatihah aya 6. Isim mufrod dalam ayat ini ada 2 lafadz yaitu الصراط  المستقيم. Keduanya irob rofa dan ditandai dengan fathah.
  7. Surat al Fatihah ayat 7. Isim mufrod yang mu'rob dalam ayat ini ada 2 yaitu lafadz. Lafadz ashshiroth irob nashob tanda irobnya fathah, sedangkan al maghdubi irob jar ditandai dengan kasroh.
Dengan meneliti langsung pada kalimah bahasa arab, atau langsung pada ayat al Quran, akan lebih cepat memahami penjelasan Isim Mufrod dan penjelasan ilmu nahwu lainnya. Karena ilmu nahwu tanpa praktik adalah sia-sia saja.

Demikian penjelasan Tanda Irob Isim Mufrad Dan Contohnya dalam Surat al Fatihah semoga bisa membantu mempelajari ilmu Nahwu Shorof. Untuk menghormati hak cipta dan karya orang lain, jika anda mengutip sebagian atau seluruh artikel ini, harap mencantumkan sumber nahwushorof.com. Terima kasih.
Read More

Biaya Pernikahan dan Aturan Mas Kawin Dalam Islam

Tujuan pernikahan adalah mendapat kebahagiaan yang alami tidak dipaksakan dan bukan karena adanya harta. Sehingga pesta pernikahan dan semua rangkaiannya hendaknya dilakukan sesuai kemampuan dan tidak dipaksakan. Dalam pernikahan, Biaya adalah sesuatu yang memang harus dipersiapkan. Biaya yang mencakup acara nikah, dari mulai lamaran, biaya resepsi, biaya mas kawin dan biaya lainnya, merupakan salah satu yang kadang-kadang membani bagi seorang yang ingin melaksanakan pernikahan.

Pernikahan yang elegan adalah pernikahan yang dilakukan natural sesui kemampuan, tidak ada paksaan apalagi sampai menyisakan utang yang besar. Namun, bagaiman Islam memandang aturan biaya nikah dan biaya mas kawin ini?


Hadits Hadits Tentang Biaya Pernikahan dan Besarnya Mas Kawin atau Mahar

Biaya Pernikahan dan Aturan Mas Kawin Dalam Islam

Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim melaksanakan walimatul ursy yang menyangkut biaya pernikahan dan biaya mas kawin. Berikut diantara hadits hadits tersebut:

Hadits 1
Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Pernikahan yang paling besar barokahnya adalah pernikahan biayanya paling murah" Hadits Riwayat Imam Ahmad
Hadits 2
Diriwayatkan dari Uqbah bin amir ra, berkata: Rasulullah saw bersabda : "Mas Kawin yang paling baik adalah yang paling murah" Hadits riwayat Abu dawud, disohehkan oleh imam hakim.
Hadits 3
Diriwayatkan dari Amir bin Rabi'ah ra. : Seorang perempuan dari bani Fuzaroh menikah hanya dengan mas kawin 2 sandal, Rasul bertanya pada perempuan tersebut: "Apakah kamu ridho terhadap dirimu dan hartamu dengan 2 sandal?" perempuan itu menjawab: "Ya(saya ridho)". Maka Nabi saw melangsungkan pernikahan itu. Hadits riwayat Ahmad, Ibnu Maajah dan at tirmidzi
Hadits 4
Diriwayatkan dari jabir ra, Sesungguhnya rasulullah saw bersabda: "Jikalau seorang laki-laki memberikan mas kawin terhadap wanita hanya dengan segenggam tangan makanan, Maka wanita tersebut halal" Hadits riwayat Ahmad dan Abu dawud
Hadits 5
Diriwayatkan dari Anas ra. Sesungguhnya Rasulullah saw melihat Bekas kuning pada Abdirrohman bin Auf. Rasulullah saw bertanya : " Apa ini?". Abdurahman menjawab: "Saya menikahi seorang perempaun denagn mas kawin emas seberat biji korma" Nabi saw berkata: "Semoga Alloh memberkahimu, Selenggarakanlah walimah walau dengan (menyembelih) satu kambing". Hadit riwayat jamaah ahli hadits.
Hadits 6
Diriwayatkan dari Abi salamah bin Abdirrohman ra dia berkata: "Saya bertanya keapda Aisyah ra, Berapakah mas kawin yang diberikan Rasulullah saw?" Aisyah ra menjawab: "Rasulullah saw memberikan maskawin kepada istri-istrinya dengan 20 setengah uqiyah" Aisyah lalu bertanya: "Apakah kamu tahu berapa setengah uqiyah?" Abi salamah menjawab: "tidak". Siti Aisyah ra berkata: "Setengah Uqiyah itu 500 dirham, ini adalah mas kawin Rasulullah saw kepada istri-istrinya" Hadits Riwayat Imam Muslim
Hadits 7
Diriwayatkan dari Ibnnu Abbas ra. berkata: Ketika Ali ra menikahi Fatimah ra, Rasulullah saw berkata: "Berilah dia sesuatu!" Ali ra berkata: "Saya tidak punya apa apa" Rasulullah saw bersabda: "Mana baju al Khutomiyah?" Hadits riwayat Abu dawud dan Nasa'i
Hadits 8
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra. Sesungguhnya Rasulullah saw berkata pada seorang lelaki: "Apakah kamu ridho, Jika aku kawinkan engkau dengan seorang perempuan?" Lelaki itu menjab : "ya (saya ridho)" Maka rasulullah saw menikahkannya dengan salah satu sahabatnya. lelaki itu telah dukhul (hubungan intim) tapi belum membayar mas kawin dan tidak memberikan sesuatu." Lelaki itu mati syahid dalam perang Hudaibiyah, dan setiap orang yang Syahid di Hudaibiyah akan mendapat bagian rampasan di Khaibar. Ketika kematian telah menghampirinya, Lelaki itu berkata: "Sesungguhnya Rasulullah saw telah menikahkanku dengan seorang perempuan, dan aku belum memberikan mas kawin padanya dan tidak memberikan apapun pada wanita itu, dan aku bersaksi kepada kalian semua, aku memberikan mas kawin dari bagianku di khaibar" Maka wanita tersebut mengambila bagiannya dan menjualnya seharga seratus ribu. Hadits riwayat Abu dawud.

Penjelasan Hukum Biaya dan Mas Kawin dari hadits di atas

Setelah kita membaca dan meneliti hadits-hadits di atas, ada beberapa ketentuan yang berhubungan dengan biaya nikah dan biaya mas kawin yang harus dijalankan dalam syariat islam. Berikut kesimpulan hukumnya:

  1. Pernikahan yang barokah adalah pernikahan dengan biaya yang murah, begitupun dengan mas kawinnya yang paling baik adalah yang paling murah atau yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian kita. 
  2. Rasulullah memberikan mas kawin yang sangat besar, jika kita lihat hadits di atas menyebutkan bahwa mas kawin rasulullah saw itu sebanyak 20,5 Uqiyah dan 1/2 uqiyah itu 500 dirham, berarti mas kawin Rasulullah itu adalah 1000 dirham x 20,5 = 20,500 dirham.
  3. Jadi artinya, mas kawin itu harus disesuaikan dengan kemampuan, tidak boleh dipaksakan. Tetapi juga jangan meremehkan ketika kita mampu memberikan yang lebih besar. Karena dalam hadits-hadits diatas, Rasulullah saw memerintahkan memberikan sesuatu yang sangat murah bahkan hanya dengan manfaat hafalan quran, itu kepada para sahabat yang memang tidak punya kelebihan dalam harta.
  4. Pembayaran mas kawin bisa ditangguhkan atau utang.
Demikian sedikit hikmah penjelasan Hadits Rasulullah tentang Biaya pernikahan dan Mas Kawin dalam Islam, untuk lebih jelasnya anda bisa membaca sumber-sumber kitab fiqih yang telah dijelaskan oleh para Ulama. semoga artikel ini bermanfaat.
Read More

Ketentuan Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam

Nikah adalah salah satu syariat yang dapat menghalalkan sesuatu yang haram. Oleh karen itu, dalam praktiknya harus sesuai dengan aturan syariat islam, sehingga benar-benar sah dan tidak menjadikan pernikahan yang rusak. Ketika Nikah tidak sah, maka seluruh keharaman akan tetap haram.

Pernikahan sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. kepada siapa saja yang telah memenuhi Syarat Nikah. Rukun Nikah adalah segala sesuatu yang harus ada pada waktu akad nikah, karena akad nikah adalah termasuk ibadah. Bagi kedua mempelai, Nilai ibadah dari pernikahan tidak hanya pada waktu akad saja, melainkan selama hidup berumah tangga bersama istri dan anak. Jadi, Nikah adalah ibadah jangka panjang.

Setiap Masalah yang timbul dalam rumah tangga, sebenarnya adalah ladang amal, ketika suami dan istri mampu menghadapi masalah itu dengan bersama-sama dan saling mengerti satu sama lain akan kekurangan masing-masing.

Hadits - Hadits Tentang Aturan Pernikahan

Syarat dan Rukun nikah dalam islam

Untuk mengetahui dan menyimpulkan tentang Syarat dan Rukun nikah mari kita simak hadits-hadits berikut:
Hadits 1
Diriwayatkan dari imron bin husain ra, dari Nabi saw beliau bersabda "Tidak sah Nikah, Kecuali dengan wali dan 2 Saksi yang adil". Hadits riwayat Ahmad bin Hanbal
Hadits 2
Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra, dia berkata: Rasulullah saw Bersabda: "Tidak Sah Nikah, Kecuali dengan wali dan 2 saksi yang adil, jika wali berselisih, maka pemerintah adalah wali bagi orang yang tidak punya wali" Hadits riwayat ad Daruqutni.
Hadits 3
Diriwayatkan dari abu Hurairoh ra sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Tidak sah Nikah kecuali adanya orang yang empat, yaitu Laki-laki yang melamar, wali, dan 2 Saksi" Hadits riwayat al Baihaqi
Hadits 4
Diriwayatkan dari urwah dari Aisyah ra Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Mana saja perempuan yang nikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya bathil. Jika di dukhul (berhubungan intim) maka dia berhak menerima mahar, Dan jika wali berselisih, maka Pemerintah adalah wali bagi orang yang tidak punya wali" Hadits Riwayat 5 Ahli Hadits, kecuali an Nasai.
Hadits 5
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: "Janganlah seorang perempuan menikahkan perempuan, dan janganlah seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri, maka wanita yang zina dia adalah orang yang menikahkan dirinya sendiri" Hadits Riwayat Ibnu Majah dan ad Daruqutni.
Hadits 6
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra sesunggunya rasulullah saw bersabda: "Pelacur adalah wanita yang menikahkan dririnya sendiri tanpa adanya saksi" Hadits riwayat at Tirmidzi.
Hadits 7
Diriwayatkan dari Jabir ra, bahwa Rasulullah saw meminang Ummu Mubasyir binti al Barro ma'rur, Ummu mubasyir berkata: "Saya telah memberikan syarat (ikrar) pada suamiku untuk tidak menikah dengan orang lain setelah menikah dengan dia" Nabi saw bersabda:"Ini tidak benar/pantas" Hadits Riwayat at tabrani.
Hadits 8
Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Janganlah kamu nikahkan janda sampai kamu berdiskusi dengannya, dan janganlah kamu nikahkan perawan sampai dimintai izin" Para sahabat bertanya: "Ya Rasulalloh bagaimana izinnya seorang perawan?" Rasulullah saw menjawab :"Jika dia Diam" Hadits Riwayat Bukhhari dan Muslim
Hadits 9
Diriwayatkan dari ibnu abbas ra, Sesungguhnya Nabi Saw bersabda:"Janda itu lebih berhak pada dirinya daripada walinya, adapun perawan itu harus dimintai izin, dan izinnya adalah diamnya" Hadits Riwayat Muslim.
Hadits 10
Diriwayatkan dari ibnu Umar ra, Sesungguhnya Nabi saw bersabda:"Ajaklah berdisukusi para perempuan untuk membicarakan anak anak perempuannya" Hadits riwayat Ahmad dan Abu dawud.

Kesimpulan Hukum Dari Hadits di Atas

Dari hadits-hadit di atas dapat kita simpulkan beberapa hukum dalam pertikahan, yaitu:
1. Ketika dilaksanakan akad nikah, maka harus ada (1) Pengantin Laki-laki (2) Wali (3) 2 orang saksi. Ketika pengantin laki-laki berhalangan hadir, maka mewakilkan akad nikahnya kepada orang lain
2. Jika salah seorang diantara 4 orang yang tadi tidak ada, maka akad nikah tidak sah.
3. Para ulama sepakat, bahwa dalam akad apapun termasuk akad nikah, Ijab dan Qabul dari kedua belah pihak merupakan hal yang wajib.
4. Perempuan tidak boleh menikahkan, apalagi seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri.
5. Jika seorang perempuan terikat perjanjian dengan mantan suaminya, misal dia berjanji tidak akan menikah lagi setelah berpisah dengan suaminya itu baik karena ditinggal mati atau karena cerai, maka perjanjian tersebut tidak benar dan tidak mengikat. Artinya perempuan tersebut boleh menikah.
6. Wanita janda ketika akan menikah, harus sesuai dengan keinginan atau pilihannya, artinya janda tidak bisa dipaksakan menikah. Wali atau orang tua harus mengajak berdiskusi tentang pernikahannya.
7. Jika seorang janda dipaksa menikah oleh walinya, maka nikahnya tidak sah.
8. Perawan yang akan ditikahkan harus terlebih dahulu dimintai izin oleh walinya, Jika dia diam saja artinya dia setuju.

Demikian sedikit tentang Penjelasan Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam, tentu saja ini masih sebagian kecil, karena memaknai hadits tidak bisa hanya sebatas membaca teksnya saja. Namun sedikit penjelasan ini semoga bisa bermanfaat.
Read More

Penjelasan Nahwu Shorof I'rob Surat Al Falaq Ayat 1-5

Penjelasan Nahwu Shorof Surat Al Falaq Ayat 1-5 - Surat Falaq terdiri dari 5 ayat. Surat al Falaq dinamakan juga mu'awidzatain yang berarti dua surat perlindungan, yaitu surat al falaq dan surat an Naas. Berikut adalah Penjelasan dari irobul quran surat al falaq.
Penjelasan irob surat alfalaq

Surat Al Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ ما خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غاسِقٍ إِذا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حاسِدٍ إِذا حَسَدَ (5)
Klik Untuk Membaca Penjelasan
NAHWU SHOROF FAIDAH
Read More

Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam

Khitbah adalah proses awal yang dilakukan sebelum akad nikah. Khitbah atau lamaran tidak sama dengan akad nikah, bahkan bisa saja terjadi pembatalan sebelum pernikahan. Khitbah menjadi tradisi di Indonesia dengan berbagai cara, dan yang paling sering dilakukan adalah tukar cincin dalam Khitbah. Namun, lamaran dengan tukar cincin hanyalah sebatas adat kebiasaan, tidak dilakukan pun tidak apa. Lamaran atau khitbah dalam islam ada dasar atau dalil yang menjelaskan. dan para Ulama telah banyak menjabarkan hadits-hadits tentang khitbah yang sesuai dengan ajaran Islam. Berikut penjelasan Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam.
Hukum Lamaran atau Khitbah dalam islam
Lamaran dengan tukar cincin


HADITS-HADITS TENTANG LAMARAN KHITBAH



Banyak hadits Nabi saw yang menjelaskan tentang lamaran atau khitba, diantaranya:
Hadits 1
عن عراك عن عروة ؤضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم خطب عائشة الى ابى بكر فقال له ابو بكر ـ أنما انا اخوك ـ فقال ـ انت اخى فى دين الله وكتابه وهي لى حلال ـ رواه احمد و الدرقطنى
Diriwayatkan dari 'Iraq dari urwah r.a. : Sesungguhnya Nabi saw mengkhitbah Aisah pada Abi Bakar, Abu Bakar berkata: "Aku adalah saudaramu", Nabi saw bersabda: "Engkau adalah Saudara dalam agama alloh dan kitabNya, dia (aisyah) halal bagiku". Hadits Riwayat Ahmad dan Daruquthni.
Hadits 2:
 Diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir r.a. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Seorang Mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya, Maka tidak halal bagi seorang mukmin membeli terhadap pembelian saudaranya, dan tidak boleh melamar terhadap lamaran saudaranya sampai dia meninggalkannya". Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam Muslim.
Hadits 3:
Dari ibnu Amr rodiyallohu anhumma, berkata: Rasulullah saw bersabda: "Janganlah seseorang melamar terhadap lamaran saudaranya, sampai si pelamar meninggalkan sebelumnya atau dia mengizinkannya untuk dilamar" Hadits Muttafaq alaih.

Hadits 4:
Dari Fatimah binti Qais ra, Suaminya telah menjatuhkan talak tiga, maka dia tidak dibuatkan rumah dan tidak diberi nafaqah, Fatimah berkata: " Rasulullah saw berkata kepadaku 'Jika kau sudah bebas dari iddah, kabarilah aku'". Maka ku kabari beliau. Lalu datang 3 orang untuk melamar yaitu Mu'awiyah, Abi Jahm dan Usamah bin zaid. Rasulullah saw bersabda "Mu'awiyah adalah lelaki yang melarat dia tidak punya harta, Abu jahm adalah lelaki yang sering memukul wanita, Nikahlah dengan Usamah!" Maka fatimah memberi isyarah dengan tangannya - usamah usamah - Rasulullah berkata pada fatimah binti Qais "Nikahnya Usamah adalah taat pada alloh dan taat pada Rasulnya". berkata Fatimah "Maka nikahlah saya dengan usamah, dan beruntunglah saya". Hadits Riwayat Jamaah Ahli Hadit Kecuali Imam Bukhari.

Hadits 5:
Diriwayatkan dari Ismail bin Ibrohim bin Rijl dari bani Sulaim, dia berkata: Saya melamar Amamah bin Abdil Mutholib kepada Rosulullah saw, Maka beliau menikahkan aku dengan tanpa membaca khutbah. hadits riwayat Abu Dawud.

Hadits 6:
Diriwayatkan dari jabir bin abdillah ra, dia berkata: "Saya mendengan Nabi saw bersabda: "Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, dan kamu mampu untuk melihat sebagian (anggota badan) yang menarik yang membuat kamu ingin menikahinya, maka lakukanlah". hadits riwayat Ahmad, Abu dawud, disohehkan oleh imam Hakim.

Hadits 7:
Diriwayatkan dari Musa bin Abdillah dari Abi Hamid atau Humiadah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: " Ketika salah seorang diantara kamu melamar perempuan, maka tidak berdosa untuk melihatnya jika itu memungkinkan. Melihatnya kamu terhadap dia adalah karena khitbah, dan itu semua jika kamu tidak mengetahui dia". Hadits riwayat Ahmad.

Hadits 8:
Diriwayatkan dari Musallamah ra dia berkata: saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Ketika Alloh azza wa jalla memberikan pada hati seseorang terhadap keinginan melamar, Maka tidak berdosa untuk melihat wanita tersebut" hadits riwayat Ahmad dan Ibnu maajah.

Hadits 9:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, Sesungguhnya Rasulullah saw pernah mengutus Ummu Sualaim ra pada salahsatu wanita, Rasul saw Bersabda: "Lihatlah pinggangnya, dan ciumlah Mu'atifnya" Hadits riwayat Ahmad, Thabrani, Hakim, dan al Baihaqi.

HUKUM KHITBAH ATAU LAMARAN

Dari uraian Hadits di atas dapat disimpulkan mengenai hukum khitbah adalah sebagai berikut:

  1. Khitbah dianjurkan oleh Rasulullah saw maka hukumnya sunnat
  2. Khitbah hanya penyampaian pra nikah, dan tidak sama dengan akad nikah dalam hukumnya.
  3. Tidak boleh melamar wanita yang sedang dilamar oleh orang lain
  4. Jangka waktu antara lamaran dan nikah tidak ada ketentuan dari Rasulullah saw, namun dalam beberapa keterangan waktu keduanya tidak jauh.
  5. Laki-laki boleh melihat wanita yang telah dilamarnya, dan tidak ada dosa.
  6. Ukuran yang boleh dilihat oleh laki laki tidak dijelaskan secara detail oleh Rasulullah saw, Namun para ulama mebatasi hanya boleh melihat wajah dan telapak tangan.
  7. Adapun adat istiadat yang ada di daerah kita, selama tidak dilarang oleh Alloh dan Rasulnya, dan tidak berlebih lebihan maka hal tersebut boleh dilakukan.

Demikian sedikit penjelasan tentang Tata Cara Lamaran (Khitbah) dan Dalil Tentang Khitbah Dalam Islam. Semoga memberi sedikit referensi, dan silahkan dikoreksi jika ada yang kurang tepat.
Read More

Penjelasan Nahwu Shorof I'rob Surat An Naas Ayat 1-6

Penjelasan Nahwu Shorof Surat An Naas Ayat 1-6 - Surat An Naas adalah surat terahkir atau surat ke 114 dalam mushaf Utsmani, Surat An Naas adalah surat makiyah atau surat yang diturunkan di makkah.

Irob Surat An Naas

Surat An Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1
(مَلِكِ النَّاسِ (2
(إِلهِ النَّاسِ (3
(مِنْ شَرِّ الْوَسْواسِ الْخَنَّاسِ (4
(الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5
(مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6

Klik Untuk Membaca Penjelasan
NAHWU SHOROF FAIDAH
Read More