Penjelasan Tentang Jamak Muannats Salim

JAMAK MUANNATS SALIM

Jamak Muannats Salim, yaitu :

هُوَ مَا جُمِعَ بِأَلِفٍ وَتَاءٍ مَزِيْدَتَيْنِ فِى اَخِرِهِ

Artinya : kalimah yang dijamakkan dengan di tambah alif dan ta di akhirnya.
Contoh :مسامة  menjadi مسلمات    
Alif dan ta di akhir kalimah yang bukan tambahan, itu bukan jamak muannast salim, melainkan jamak taksir.
seperti dalam lafadz قُضَاةُ yang asalnyaقُضَيَةٌ , alif yang terdapat dalam lafadz قُضَاةُ adalah alif pergantian dari ya.

Syarat suatu lafadz bisa dibuat jamak muannast salim ada dua, yaitu :
a.    Mufrod
b.    Muannats

Ta’tanits atau muannats ada tiga macan, yaitu :
a.     Fi al lafdzi wal makna (Ta’nis pada lafadz dan makna) Contoh :فَاطِمَةُ
b.     Fi al makna faqoth (Ta’nis pada maknanya saja) Contoh : هِنْدٌ
c.     Fi al lafdzi faqoth (Ta’nis pada lafadznya saja) Contoh :طَلْحَةُ

Lafadz yang dijadikan jamak muannats salim, adalah :
a.    Isimnya harus isim tsulasi (tiga huruf asal) baik akhirnya berupa ta atau bukan
b.    Harus menunjukan makna muannats
c.    ‘Ain fi’ilnya harus mati
d.    ‘Ain fi’ilnya harus berupa huruf soheh

Apabila telah menetapi empat syarat tersebut, maka :
1.    Apabila fa’fi’ilnya di domah maka ‘ain fi’ilnya boleh tiga wajah, yaitu
a.    Tabi’, Artinya mengikuti harkat fa fi’il, جُمْلَةٌ contoh جُمُلَاتٌ menjadi 
b.    Taskin, Di sukun, contoh جُمْلَةٌ menjadi  جُمْلَاتٌ
c.    Takhfif, Diringankan (diharkati fathah), contoh جُمْلَةٌ menjadi جُمَلاَتٌ
2.    Jika fa fi’ilnya di fathah maka ‘ain fi’ilnya hanya boleh Takhfif, diringankan (di harkat fathah), contoh حَرْكَةٌ menjadi حَرَكَاتٌ
3.    Jika fa fi’ilnya di kasroh, maka ‘ain fi’ilnya boleh tiga wajah, yaitu :
a.    Tabi’, artinya mengikuti harkat fa fi’il, contoh هِنْدٌ menjadiهِنِدَاتٌ 
b.    Taskin, disukun, contoh هِنْدٌ menjadi  هِنْدَاتٌ
c.    Takhfif, diringankan (diharkati fathah), contoh هِنْدٌ menjadi هِنَدَاتٌ 




Terima Kasih telah mengunjungi Nahwu Shorof Online Jika ada saran, kritik, pertanyaan, atau sanggahan, Silahkan tinggalkan komentar atau kontak kami
Read More

Penjelasan Jamak Taksir

Jamak Taksir
Jamak Taksir
Jamak Taksir
Jamak taksir (banyak tak beraturan) menurut ‘ulama ahli nahwu adalah
هُوَ مَا تَغَيَّرَ عَنْ بِنَاءِ مُفْرَدِهِ
Artinya :
Jamak yang berubah dari bentuk mufrodnya.

Perubahan dalam Jamak taksir ada beberapa macam yaitu :
1.    Perubahan Dengan ditambah hurufnya, contoh : jamak dari صِنْوٌ  adalah صِنْوَانٌ.
2.    Perubahan Dengan dikurangi hurufnya, contoh : jamak dari  تُخْمَةٌ adalah تُخْمٌ.
3.    Perubahan Dengan diganti harkat saja, contoh : jamak dari اَسَدٌ  adalah أُسُدٌ.
4.    Perubahan dengan ditambah hurufnya dan diganti harkatnya, contoh : jamak dari  رَجُلٌ adalah رِجَالٌ.
5.    Perubahan dengan ditambah hurufnya dan sebelumnya dibuang hurufnya serta diganti harkatnya, contoh : jamak dari غُلاَمٌ  adalah غِلْمَانٌ.

Wazan (Bentuk) Jamak Taksir
Jamak taksir memiliki 27 bentuk wazan, dan dari jumlah tersebut dikelompokkan atas ;
"أَفْعُل" "أَفْعَال" "أَفْعِلَةَ" "فِعْلَة"
2.    Jamak Taksir Kasroh (banyak), yaitu bentuk jamak yang jumlahnya lebih dari 10, wazannya ada 23 yaitu :
"فُعْل" "فعُل" "فعَل" "فعَل" "فعَلَة" "فعَلَة" "فعْلَى" "فعَلَة" "فعَّل" "فعّال" "فعَال" "فعُول" "فعْلاَن" "فعْلاَن" "فعَلاء" "أفْعِلاء" "فواعِل" "فعَائِل" "فعَالي" "فعَالى" "فعَاليّ" "فعَالِل" "شبهُ فَعَالِل" "مفَاعِل"

Tanda I’rob jamak taksir :

Rofa : Dhommah

Nashob : Fathah

Jer : Kasroh, sukun (jika termasuk dalam isim ghoer munshorif)






Demikian Penjelasan tentang Jamak Taksir. Terima Kasih telah mengunjungi NahwuShorof.com Jika ada saran, kritik, pertanyaan, atau sanggahan, Silahkan tinggalkan komentar atau kontak kami
Read More

WAZAN JAMAK TAKSIR KASROH (BANYAK) SERTA PENGGUNAAN DAN CONTOHNYA (BAG 2)

WAZAN JAMAK TAKSIR KASROH (BANYAK) SERTA PENGGUNAAN DAN CONTOHNYA (BAG 2)

Jamak Taksir Kasroh

No
Wazan Jamak Taksir
Dipergunakan untuk kalimah yang
Contoh
Bentuk Mufrod
Jamak Taksir
12
فُعُول
1.    Mengikuti wazan فَعِلٌ
2.    Mengikuti wazan فَعْلٌ
3.    Mengikuti wazan فُعْلٌ
4.    Mengikuti wazan فَعْلٌ
كَبِد

فَلْس

حُوْتٌ

مَدٌّ
كُبُوْدٌ

فُلُوْسٌ

حُوُوْتٌ

مُدُوْدٌ
13
فِعْلاَن
1.    Mengikuti wazan فُعَال
2.     Mengikuti wazan فُعَل
3.    Mengikuti wazan فَعَل
4.    Mengikuti wazan فُعْل
غُلاَمٌ

جُرَذٌ

جَار

حُوْتٌ

غِلْمَانٌ

جِرْذَانٌ

جِيْرَانٌ

حِيْتَانٌ
14
فُعْلاَنُ
1.    Mengikuti wazan فَعْل
2.    Mengikuti wazan فَعَل
3.    Mengikuti wazan فَعِيل
ظَهْرٌ

ذَكَرٌ

رَغِيْفٌ
ظُهْرَانٌ

ذُكْرَانٌ

رُغْفَانٌ
15
فُعَلاَء
1.    Mengikuti wazan فَعِيل
2.    Mengikuti wazan فاعل
كَرِيْمٌ

شَاعِرٌ
كُرَمَاءُ

شُعَرَاءُ

16
أفْعِلاَء
Isim mudho’af dari wazan فَعِيل
شَدِيْدٌ
اَشِدَّاءُ
17
فَوَاعِل
1.    Mengikuti wazan فاعلة
2.    Mengikuti wazan فَوْعَل
3.    Mengikuti wazan فَوْعَلَةٍ
4.    Mengikuti wazan فَاعَل
5.    Mengikuti wazan فَاعِلاَء
6.    Mengikuti wazan فاعِل
7.    Sifat muannats yang mengikuti  wazan فَاعِل
كَاذِبَةٌ

جَوْهَرُ

صَوْمَعَةٌ

خَاتَمٌ

قَاصِعَاءُ

جَائِزٌ

حَائِضٌ
كَوَاذِبُ

جَوَاهِرُ

صَوَامِعُ

خَوَاتِمُ

قَوَاصِعُ

جَوَائِزُ

حَوَائضُ
18
فَعَائل
Sifat ruba’i  muannats, dan huruf yang ketiga dipanjangkan
صَحِيْفَةٌ
صَحَائِفُ
19
فَعَالِى
1.    Mengikuti wazan فَعْلاَة
2.    Mengikuti wazan فِعْلاَة
3.    Mengikuti wazan فِعْلِيَة
4.    Mengikuti wazan فَعْلُوَة
5.    Mengikuti wazan فَعْلاَء
6.    Sifat yang akhirnya berupa alif maqsurah
7.    Kalimah yang dibuang huruf awal zaidahnya
مُوْمَاةٌ

سِعْلاَةٌ

هِبْرِيَةٌ

عَرْقُوَةٌ

صَحْرَاءَ

حُبْلَى


حَبَنْطَى
مَوَامِى

سَعَالِى

هَبَرِى

عَرَاقِى

صَحَارِى

حَبَالِى


حَبَنَاطِى
20
فَعَالَى
Mengikuti wazan فَعْلاَء
صَحْرَاءَ

صَحَارَى
21
فَعَاليّ
 mengikuti wazan فُعْلِيّ
كُرْسِيٌّ
كَرَاسيُّ
22
فَعَالِل
Isim Ruba’i mujarrod dan khumasi mujarrod
جَعْفَرَ
سَفَرْجَل
جَعَافِرُ
سَفَارِجُ
23
شبه فَعَالِلَ (مَفَاعِلُ)
Isim tsulasi mazid
مَسْجِدٍ
مَسَاجِدُ
Read More

WAZAN (BENTUK) JAMAK TAKSIR KASROH (BANYAK) SERTA PENGGUNAAN DAN CONTOHNYA (BAG 1)

WAZAN JAMAK TAKSIR KASROH (BANYAK) SERTA PENGGUNAAN DAN CONTOHNYA (BAG 1)
Jamak Taksir Kasroh


No
Wazan Jamak Taksir
Dipergunakan untuk kalimah yang
Contoh
Bentuk Mufrod
Jamak Taksir
1
فُعْلٌ
1.    Mengikuti wazan أفْعَلُ
2.    Mengikuti wazan فَعْلاَء
أَحْمَرَ

حَمْرَاءُ
حُمْرٌ

حُمْرٌ
2
فُعُلٌ
1.    Mengikuti wazan فَعُول
2.     Isim ruba’i yang sebelum lam fiil dibaca panjang, dan lam fiilnya shoheh
صَبُوْرٌ

ذِرَاعٌ
صُبُرٌ

ذُرُعٌ
3
فُعَلٌ
1.    Mengikuti wazan فُعْلَةٌ
2.    Mengikuti wazan فُعْلَى
غُرْفَةٌ

أُنْثَى
غُرَفٌ

أُنَثَ
4
فِعَلٌ
Mengikuti wazan فَعْلَةٌ
كَسْرَةٌ
كِسَرٌ
5
فِعَلَةٌ
Sifat ‘aqil yang mengikuti wazan فاعل, dari isim yang mu’tal akhir.
رَامٍ
رِمَيَةٌ
6
فَعَلَةٌ
Sifat mudzakar ‘aqil yang shohih lam fiilnya
كَامِلٌ
كَمَلَةٌ
7
فَعْلَى
Sifat yang menunjukkan makna sakik, ada 6 wazan yaitu :
فَعِيْلٌ، فَعَلٌ، فَاعِلٌ، فَيْعِلٌ، اَفْعَلُ،  فَعْلَانَ
مَرِيْضٌ
مَرْضَى
8
فِعَلَة
Mengikuti wazan فُعْل
قُرْط
قَرَطَةٌ
9
فُعَّل
Untuk sifat yang mengikuti wazan  فاعل, فاعلة, dan lam fiilnya shohih
صَائِمٌ
صَائِمَةٌ
صُوَّمٌ
10
فُعَّال
Untuk sifat yang mengikuti wazan  فاعل
صَائِمٌ
صُوَّامٌ
11
فِعَالٌ
1.    Sifat yang mengikuti wazan فَعْل
2.    Sifat yang mengikuti wazan فَعْلَةٌ
3.    Sifat shohih akhir yang mengikuti wazan فَعَل
4.    Sifat shohih akhir yang mengikuti wazan فَعَلَةٌ
5.    yang mengikuti wazan فِعْل
6.    yang mengikuti wazan فُعْل
7.    yang mengikuti wazan فَعِيل
8.    yang mengikuti wazan فَعِيلة
9.    yang mengikuti wazan فَعْلاَن
10. yang mengikuti wazan فَعْلَى
11. yang mengikuti wazan فَعْلاَنة
12. yang mengikuti wazan فُعْلاَن
13. yang mengikuti wazan فُعْلاَنة
صَعْبٍ


قَصُعَةٍ

جَبَل


ثَمَرَة

ذِئْب

رُمْح
شَريِف

شَريِفةٌ

سَكْرَانَ
سَكْرَى

نَدْمَانة

خُمْصَان

خُمْصَانة
صِعَابٍ


قِصَاعٌ

جِبَال


ثِمَارٌ

ذِئَابٌ

رِمَاحٌ

شِرَافٌ

شِرَافٌ

سِكَارٌ
سِكَارٌ

نِدَامٌ

خِمَاصٌ

خِمَاصٌ




Terima Kasih telah mengunjungi Nahwu Shorof Online Jika ada saran, kritik, pertanyaan, atau sanggahan, Silahkan tinggalkan komentar atau kontak kami
Read More